Breaking News:

Pembatasan Sosial Jawa dan Bali

Hari Pertama Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Bima Arya Bawa Raisa Keliling Bogor

Pemerintah Kota Bogor resmi merapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor, Bima Arya berdiri di bak mobil 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor resmi merapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dihari pertama PPK dilakukan dengan apel siaga petugas gabungan di Plaza Balaikota Bogor.

Selanjutnya setelah apel setiap oetugas kembali menempati tempatnya masing-masing untuk melakukan pengawasan disejumlah titik di Kota Bogor.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Forum Komunikasi Pimpunan Daerah (Forkompinda) Kota Bogor melakukan patroli dengan meninjau restoran, pusat perbelanjaan dan titik - titik yang menjadi potensi adanya kerumunan.

Dalam patroli berkeliling kota tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya membawa Raisa atau mobil pengurai masa yang dilengkapi denhan soundsystem atau pengera suara.

Dari atas mobil double kabin Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen Ahmad Fauzi, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Robby Bulan, dan Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Dandenpom III/1 Siliwangi Bogor, Letkol CPM Sutrisno terus mengingatkan masyarakat.

Dengan menggunakan microphone yang tersambung dengan mobil Raisa Forkompinda mensosialisasikan bahwa saat ini sedang berlaku masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19.

Dari hasil patroli sejumlah tempat sudah menerapkan aturan pembatasan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa patroli tersebut dikakukan Forkompinda untuk memastikan bahwa pesan dan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berjalan sesuai aturan.

"Dan pak kapolresta Bogor Kota yang baru ini membuat gebrakan ada Satgas khusus yang fokusnya ke pusat perbenlanjaan kuliner dan perkantoran tiga tempat itu kita awasi," katanya.

Bima menegaskan bahwa dalam aturan tersebut juga disiapkan sanksi tegas untuk para pelanggar mulai dari sanksi teguran, sanksi denda dan penutupan operasional.

"Hasil patrili hari ini agak sepi karena WFH sudah berlaku jadi Kota Bogor aga berkurang kerumunananya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved