Breaking News:

Studi Terbaru di Wuhan, Gejala Covid-19 Bisa Bertahan hingga 6 Bulan, Waspadai Efek Jangka Panjang

Cao menambahkan, penelitian ini dapat digunakan untuk menyoroti peningkatan kebutuhan perawatan untuk pasien Covid-19, bahkan setelah keluar dari ruma

Pixabay.com
ilustrasi memakai masker untuk mencegah Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebuah penelitian yang ditebritkan dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa gejala Covid-19 dapat bertahan hingga enam bulan.

Penelitian dilakukan dengan mengamati beberapa orang, yang termasuk kelompok awal terinfeksi virus corona di rumah sakit di Wuhan, China.

Studi berfokus pada 1.733 orang positif Covid-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit di Wuhan dari Januari hingga Mei.

Sekitar tiga perempat pasien melaporkan gejala yang menetap selama enam bulan setelah diagnosis awal.

Sementara itu, sebanyak 63 persen dari sampel mengungkapkan masih mengalami kelelahan atau kelemahan otot, sebanyak 23 persen masih merasakan kecemasan atau depresi, dan 26 persen kesulitan tidur.

"Analisis kami menunjukkan sebagian besar pasien terus hidup dengan setidaknya beberapa efek virus, setelah meninggalkan rumah sakit," kata seorang penulis studi dan wakil direktur dari Pusat Penyakit Pernapasan di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang di Beijing, Dr Bin Cao seperti dikutip dari NBC News, 9 Januari 2021.

Baca juga: Kenapa Vaksin Covid-19 Harus Diberikan Dua Dosis ? Ternyata Ini Alasannya

Kesulitan bernapas

Kendati begitu, penelitian ini merupakan studi observasi, yang berarti tidak mungin untuk menghubungkan gejala-gejala tersebut secara langsung dengan virus corona.

Lebih lanjut, untuk menunjukkan hubungan sebenarnya, diperlukan penelitian yang membandingkan hasil Covid-19 terhadap orang yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi serupa yang juga dapat menyebabkan pneumonia.

"Saya ingin melihat data pasien yang dirawat dengan penyakit selain Covid-19 selama periode itu," ujar Dr Hana El Sahly, seorang profesor virologi molekuler dan mikrobiologi dan kedokteran di Baylor College of Medicine di Houston, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved