Breaking News:

Cerita Warga di Kalsel Tidak Mengungsi saat Banjir, Khawatir Ada Pencuri saat Rumah Kosong

Jumhari (50) korban banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) ini memilih pergi dari tempat pengungsian.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Banjir di wilayah Kalimantan Selatan/Banjir mulai menerjang Desa Sungai Pantai, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (18/1/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jumhari (50) korban banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) ini memilih pergi dari tempat pengungsian.

Ia bergegas pulang meski kampung halamannya masih terendam air.

Bukan tanpa sebab Jumhari dan sejumlah pengungsi lainnya pulang ke kampung halamannya pada Minggu (17/1/2021).

Pengungsi banjir Kalsel tersebut memilih pulang lantaran merasa khawatir adanya aksi pencurian di kampung halaman mereka.

Itu lah yang dirasakan Jumhari, pengungsi asal Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Ia dan sejumlah tetangganya memilih pulang ke desa dari kantung pengungsian di wilayah Guntung Manggis, Kota Banjarbaru.

Ia menuturkan, kondisi kampung halamannya yang kosong ditinggal warganya mengungsi, khawatir dimanfaatkan oleh para pencuri untuk bersaksi.

"Kami yang laki-laki pulang biar ibu-ibu dan anak-anak saja yang di pengungsian. Soalnya kampung sunyi (sepi), infonya banyak maling keliaran jadi kami pulang untuk berjaga," kata bapak dua anak ini.

Baca juga: Fakta Banjir dan Longsor di Manado : 6 Orang Tewas, di Antaranya Polisi Berpangkat Aiptu

Ia mengatakan, dari informasi yang diterima dari para tetangganya, di desa-desa sebelah sejumlah barang berharga warga yang mengungsi seperti sepeda motor, televisi dll ada yang hilang dicuri.

"Katanya ada pencuri yang pakai kelotok (perahu bermotor), pura-pura menjemput keluarga di desa, tapi mengambil barang di rumah yang kosong," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved