Breaking News:

Detik-detik Terakhir Suster Mia, Korbankan Nyawa Demi Lindungi Bayi saat Gempa, Badan Terasa Dingin

Kisah kepahlawanan Suster Mia, meninggal dunia setelah selamatkan bayi. Sempat dibawa ke rumah sakit.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
Istimewa/TribunTimur
Ilustrasi Tim K9 mengerahkan anjing pelacak cari korban yang diduga masih tertimpa runtuhan bangunan di RS Mitra Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat/ Suster Mia meninggal dunia setelah menyelamatkan bayi saat gempa. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Demi menyelematkan bayi dari reruntuhan saat gempa, seorang petugas medis di Mamuju, Sulawesi Barat mempertaruhkan nyawanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu gempa melanda wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Pusat gempat terletak di 6 km Timur Laut Majene-Sulbar.

Imbas kejadian tersebut sejumlah warga hingga gedung bertingkat ambruk, di antaranya Rumah Sakit (RS) Mitra Mamuju.

Seluruh ruangna rumah sait bergoyang saat gempat terjadi.

Bahkan alat-alat medis berjatuhan.

Tak ayal, seisi rumah sakit seketika panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Di tengah kepanikan itu, satu di antara suster RS Mitra, Natsyelia Paulus Ake asal Palipu, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja melaukan aksi heroik.

Baca juga: Bantu Korban Gempa di Sulawesi Barat, Ganjar Pranowo Kirimkan 15 Tim dan Logistik :untuk Solidaritas

Baca juga: Kisah Sertu Palemba Lindungi Keluarga dari Reruntuhan saat Gempa, Jadikan Punggung Sebagai Tameng

Mia, sapaan Natsyelia saat itu sempat menyelematkan seorang pasien,

Tak hanya itu, suster Mia juga menyempatan menyelematkan satu bayi yang berada di dalam inkubator.

Berdasarkan keterangan keluarga, suster Mia memang sempat menyelamatkan satu pasien.

Setelahnya, suster Mia kembali ke dalam rumah sakit.

Kondisi Kantor Gubernur Sulawesi Barat atau Sulbar di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Jumat (15/1/2021), usai diguncang gempa.
Kondisi Kantor Gubernur Sulawesi Barat atau Sulbar di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Jumat (15/1/2021), usai diguncang gempa. (Tribun Timur)

Suster Mia kembali ke dalam rumah sakit untuk menyelamatkan bayi.

Kejadian tak terduga pun menimpa suster Mia kala hendak membawa bayi tersebut keluar gedung.

Ketika itu, gedung rumah sakit ambruk hingga membuat suster Mia dan bayi terjebak.

"Saat menyelamatkan bayi ini, Mia terjebak dan tertimpa bahan bangunan yang jatuh," kata Manashe, Sabtu (16/1/2021) malam.

Baca juga: Kisah Gita Korban Gempa Susulan di Mamaju, Sempat Telepon Ayah Ibu Saat Selamat dari Gempa Pertama

Baca juga: Bantu Korban Gempa di Sulawesi Barat, Ganjar Pranowo Kirimkan 15 Tim dan Logistik :untuk Solidaritas

Dikabarkan bahwa suster Mia dan si bayi terjebak di reruntuhan gedung rumah sakit selama berjam-jam.

Kemudian pada Jumat (15/1/2021) sekira pukul 12.00 Wita keduanya berhasil dievakuasi.

Setelahnya, suster Mia dan bayi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mamuju.

Nahas, beberapa saat setelah mendapat perawatan di RS Bhayangkara, nyawa suster Mia tak tertolong.

Keluarga mengungkapkan jika suster Mia sempat mengeluh sebelum menghembuskan napas terakhir.

"Saat kami mendampingi ia sempat menyampaikan keluhannya dan badannya terasa dingin hingga meninggal dunia," ungkap Manashe.

Sementara itu bayi yang diselamatkan suster Mia dalam perawatan di RS Bhayangkara.

Manshe mengatakan, rencanahnya suster Mia akan dimakamkan pada Senin (18/1/2021) di Kabupaten Mamuju.

Update gempa Mamuju-Majene hingga Minggu malam

Seperti diwartakan Kompas.com, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan, hingga Minggu (17/1/2021) pukul 20.00 WIB, total korban meninggal akibat gempa Mamuju- Majene sebanyak 81 orang.

Petugas Basarnas sedang mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan sebagai dampak gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021)(Basarnas)
Petugas Basarnas sedang mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan sebagai dampak gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021)(Basarnas) (KOMPAS.COM)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya melaporkan, 81 korban itu dengan rincian 70 orang meninggal di Kabupaten Mamuju, dan 11 orang di Kabupaten Majene.

Saat ini BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas, relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat. B

Raditya menambahkan, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

Baca juga: Fakta Banjir dan Longsor di Manado : 6 Orang Tewas, di Antaranya Polisi Berpangkat Aiptu

Baca juga: Viral Video Logistik Dijarah Warga di Majene, Mensos Risma : Mereka Kelaparan

Ia mengatakan, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene berupa 140 dus mi instan dan 10 dus air mineral pada Minggu.

"Sebelumnya BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa bumi Sulawesi Barat sebesar Rp 4 Miliar pada Sabtu," kata Raditya.

Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp 2 miliar untuk Provinsi Sulbar. Masing-masing Rp 1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 buah masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Gempa di Sulawesi Barat tepatnya terjadi Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 waktu setempat.

Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter ini telah mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan orang mengungsi.

(TribunnewsBogor.com/TribunTimur)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved