Breaking News:

Sriwijaya Air Jatuh

Rion Korban Sriwijaya Air SJ 182 Belum Ditemukan, Sang Anak Ngigau : Papah Jatuh Gak Ada yang Nolong

Keberadaan Rion Yogatama, warga Jalan Kenanga II Lintas RT 5, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II ini masih belum diketahui.

TRIBUNSUMSEL.COM/Eko Hepronis
Rion Yogatama Warga Jl Kenanga II Lintas RT 5 Kelurahan Senalang Kecamatan Lubuklinggau Utara II Korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 

"Tadi pagi sehabis sholat subuh sembari nonton berita ketiduran depan TV, kemudian terkejut seperti suara Rion memanggil saya Mama, suaranya jelas sekali, saya pun terbangun," ungkapnya.

Ketinggalan Pesawat

Melansir Tribun Sumsel, Rion Yogatama menjadi salah satu korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Tanjung Pasir Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2020).

Warga Jl Kenanga II Lintas RT 5 Kelurahan Senalang Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau ini menjadi korban setelah diduga setelah ketinggalan pesawat.

Baca juga: Bayi 11 Bulan Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Berhasil Diidentifikasi

Baca juga: Warga Kesal, Rumah Korban Sriwijaya Air Dibobol Maling : Tega, Padahal Sedang Berduka

Vivi istri korban menceritakan awalnya suaminya terbang ke Jakarta dari Lubuklinggau naik Batik Air dan rencananya transit di Jakarta naik Nam Air.

"Kemudian dialihkan naik Sriwijaya Air, seharusnya berangkat pukul 07.00 WIB, jadi karena paginya telat akhirnya diganti pukul 13.00 WIB," ujarnyanya pada wartawan.

Suyitno paman Rion mengungkapkan sampai dengan saat ini mereka masih menunggu dan berharap segera ada kejelasan supaya cepat selesai dan dibawa pulang ke Lubuklinggau. TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Suyitno paman Rion mengungkapkan sampai dengan saat ini mereka masih menunggu dan berharap segera ada kejelasan supaya cepat selesai dan dibawa pulang ke Lubuklinggau. TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS ()

Ia mengungkapkan, terakhir kontak dengan suaminya via whatsapp dengan suaminya sekitar pukul 12.20 WIB, saat itu suaminya mengabarkan pesawatnya berangkat pukul 13.00 WIB.

Kemudian, sekira pukul 15.00 WIB Vivi kembali mengirim pesan, namun pesannya hanya ceklis. Karena ragu Vivi pun mencoba menghubungi suaminya beberapa kali.

"Aku kirim pesan ceklis kemudian aku telpon tidak bisa, kemudian aku tanya teman yang satu kantor, pesawat yang dari Jakarta ke Pontianak berapa jam ternyata dijawanya pejalanan dari Jakarta itu 1,5 jam," ungkapnya.

Setelah itu, ia meminta kepada temanya untuk mencari kabar terkait suaminya, namun, hingga sekarang belum ada kabar apa pun dari temannya tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved