Breaking News:

Banjir Bandang di Puncak

Pemukiman di Puncak yang Dilanda Bencana Sudah Ada dari Zaman Belanda, Warga Akui Heran Karena Ini

Pemukiman ini disebut Perumahan Bedeng dan dibangun khusus pekerja pemetik teh sejak perkebunan teh Gunung Mas dibuka di jaman kolonial di masa lalu.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pemukiman Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang dilanda bencana banjir bandang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pemukiman Gunung Mas Puncak Bogor yang dilanda bencana banjir bandang merupakan pemukiman warga yang dibangun perusahaan perkebunan Belanda.

Pemukiman ini disebut Perumahan Bedeng dan dibangun khusus pekerja pemetik teh sejak perkebunan teh Gunung Mas dibuka di jaman kolonial di masa lalu.

Warga yang menghuni pemukiman ini juga sudah lebih mencapai tiga generasi bahkan lebih.

"Iya dari zaman Belanda, ini kan khusus perumahan Bedeng, khusus yang kerja di sini, dari dulu ini, pokoknya dari nenek moyang kita ini mah," kata salah satu warga setempat, Yudi (39), kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (20/1/2021).

Dia mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda pemukiman ini baru pertama kali terjadi.

Padahal pemukiman ini rata-rata semi permanen karen terbuat dari bambu dan kayu serta dikelilingi kebun teh dan hutan lindung.

"Baru kali ini (bencana), ya saya juga heran," kata Yudi.

Baca juga: Heboh Ikan Ukuran Jumbo di Sungai Ciliwung Pasca Banjir Bandang di Puncak Bogor

Pantauan TribunnewsBogor.com, lokasi bencana ini juga jauh dari kegundulan hutan, kepadatan bangunan dan juga aktifitas tambang.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa dugaan bencana ini disebabkan oleh tumbangnya pohon yang menutup Sungai Cisampay sehingga meluber ke pemukiman.

Baca juga: Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Puncak, BPBD Sebut karena Sungai Cisampai Tersumbat

Namun, sementara ini masih akan dipastikan lebih lanjut terkait penyebab bencana alam ini.

"Ini sedang investigasi juga airnya dari atas dan membawa air ke sungai sehingga meluber ke mana-mana. Ini sedang dipantau apa di atasnya," kata Ade Yasin.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved