Breaking News:

Minta Terhindar dari Bencana, Ganjar Pranowo dan Pemuka Agama Duduk Bersila Panjatkan Doa

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menggelar doa bersama para pemuka agama di Gradhika Bhakti Praja, Jawa Tengah.

Istimewa/Pemprov Jateng
Acara doa bersama lintas agama digelar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk meminta pertolongan dari sang Pencipta. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Alunan doa dari enam agama dan aliran kepercayaan mengalun di gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks perkantoran Pemprov Jateng, Jumat (22/1) malam.

Meski bahasa dan cara berdoa yang berbeda, namun tujuannya hanya satu, berharap Indonesia terbebas dari bencana.

Satu persatu tokoh agama dan aliran kepercayaan, dengan khidmad dan khusyuk memimpin doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Tak ada perbedaan dalam acara itu, puluhan orang yang hadir, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan khusyuk mengamini doa-doa itu.

Acara doa bersama lintas agama itu sengaja digelar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk meminta pertolongan dari sang Pencipta.

Sebab saat ini, bangsa Indonesia terus menerus dilanda bencana, selain pandemi Covid-19, sejumlah bencana alam juga terus terjadi di bumi pertiwi, seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir, erupsi gunung merapi dan bencana lainnya.

"Indonesia lagi banyak musibah, pandemi belum selesai, tanah longsor, banjir, pesawat jatuh, tentu ini peringatan pada manusia.
Kita sudah melakukan ikhtiar lahir, pandemi kita berikhtiar mengelola dengan baik, PPKM dilakukan. Ada bencana semua turun, lalu apa kemudian ikhtiar yang bisa dilakukan, ya berdoa, karena kita negara yang berketuhanan," kata Ganjar.

Acara doa bersama lintas agama digelar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk meminta pertolongan dari sang Pencipta.
Acara doa bersama lintas agama digelar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk meminta pertolongan dari sang Pencipta. (Istimewa/Pemprov Jateng)

Alasan mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk berdoa karena Ganjar yakin semuanya ingin agar bencana ini segera berakhir.

Selain itu, doa bersama tersebut juga sebagai penyemangat persatuan dari seluruh kekuatan yang ada.

"Kita sebagai umat yang lemah, maka harus berdoa kepada sang Pencipta. Setelah upaya lahir sudah dilakukan, yuk sekarang batinnya harus didorong. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan agar bencana ini segera berakhir," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved