Bahas Ramalan Mbak You Soal Presiden, Sudjiwo Tejo : Banyak yang Gak Yakin tapi Takut Dampaknya

Akibat ramalan tersebut, banyak yang mencaci Mbak You. Mbak You bahkan akan dilaporkan ke Polisi akibat ramalan pergantian Presiden di tahun 2021.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: khairunnisa
Youtube Karni Ilyas Club
Sudjiwo Tejo bahas ramalan Mbak You soal pergantian Presiden 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sudjiwo Tejo turut menanggapi soal polemik ramalan Mbak You yang menyebut akan ada pergantian Presiden di tahun 2021.

Akibat ramalan tersebut, banyak yang mencaci Mbak You.

Mbak You bahkan akan dilaporkan ke Polisi akibat ramalan pergantian Presiden di tahun 2021.

Sudjiwo Tejo pun menanggapi soal laporan terhadap Mbak you.

Sudjiwo Tejo mengatakan akibat ramalan Presiden akan lengser di tahun 2021, Mbak You justru banyak yang 'menyerang'.

"Banyak orang menyerang peramalanya," kata Sudjiwo Tejo dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Karni Ilyas Club.

Sudjiwo Tejo mengatakan sejak zaman dahulu kala ramalan memang sudah ada.

Dulu ramalan membuat orang bekerja bahu membahu demi terhindar.

"Padahal setahu saya sejak zaman Jayabaya, Ronggi Warsito dan lain sebagainya fungsi ramalan itu kalau buruk fungsinya justru kita bekerja bahu membahu menghidarkan itu, " kata Sudjiwo Tejo.

Bila sudah berupaya menghindar namun tetap terjadi juga, kata Sudjiwo Tejo hal tersebut merupakan suratan takdir.

"Kalau kita sudah berjuangan menghindari itu terjadi juga ya berarti itu sudah takdir,

kebetulan ramalan sama dnegan takdir, dan takdir itu tiap jalan untuk menghindari takdir adalah jalan menuju takdir itu sendiri, apa yang salah ? dikira saya membela peramalnya," kata Sudjiwo Tejo.

Banyak yang menganggap ramalan harus berdasar kajian ilmiah.

Sudjiwo Tejo berpendapat bahwa sesuatu yang ilmiah merupakan prakiraan atau prediksi.

"'Lho taksiran harus ilmiah dong', kalau sudah ilmiah bukan ramalan itu prediksi,

makanya zaman TVRI disebut ramalan cuaca terus digantikan karena basiknya ilmiah jadi prakiraan cuaca kan.

ramalan ya memang gak ilmiah tergantung kita yakin apa gak, ini kan gak yakin pada ramalan tapi takut pada dampaknya, gimana coba," kata Sudjiwo Tejo.

Karni Ilyas menanggapi dirinya memang tak percaya ramalan sejak dulu.

Menurut Karni Ilyas, seorang peramal dikenal karena ada sebuah kejadian.

Dihujat karena ramalkan pesawat jatuh, Mbak You ngaku sempat gelisah dan serba salah
Dihujat karena ramalkan pesawat jatuh, Mbak You ngaku sempat gelisah dan serba salah (kolase Youtube Curhat Bang Denny Sumargo)

"Kalau saya memang gak percaya ramalan dari zaman dulu,

kadang orang itu jadi peramal terkenal karena kebetulan ada yang terjadi,

tapi kalau tidak ada yang terjadi orang juga lupa, gak ada yang hujat dia," kata Karni Ilyas.

"Dan dia gak bisa meramalkan nasibnya sendiri," tambah Sudjiwo Tejo.

Diketahui bersama Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana akan melaporkan Mbak You atas ramalan pergantian Presiden di tahun 2021.

Sudjiwo Tejo mempertanyakan delik yang akan digunakan Polisi untuk menjerat Mbak You.

"Aneh, gak percaya tetapi diproses, aku gak ngerti, kalau misalkan itu, aku gak tau ya polisi nanti terima apa gak.

kalau itu diterima bahwa sebuah ramalan menyebabkan sesuatu itu kalau gak salah kan harus dibuktikan,

jadi dari delik formil menjadi delik material,

jadi sebuah penghasutan boleh dipidana kalau terbukti ada yang terhasut, terjadi dan bisa dihubungkan terjadinya chaos ini karena hasutan ini kan," kata Sudjiwo Tejo.

Sudjiwo Tejo menekankan ia hanya mempertanyakan hal tersebut tanpa bermaksud memihak pada Mbak You.

"Cuman kata teman hukum seperti, jadi kan sebetulnya kalau peramal, ini bukan berarti saya memihak ini cuma logika saja,

logika pertama ramalan pasti gak ilmiah kalau ilmiah prakiraan, ok ini ramalan ini menyebabkan kekeacauan buktinya apa ?" kata Sudjiwo Tejo.

Karni Ilyas berpendapat laporan itu diulas menggunakan delik materil.

"Gak, itu materil, bahwa kekacauannya terjadi," kata Karni Ilyas menanggapi Sudjiwo Tejo.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved