Breaking News:

Kasus Bahar bin Smith Tetap Diproses Meski Korban Telah Cabut Laporan, Ini Penjelasan Polisi

Kasus penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) yang dilakukan Habib Bahar bin Smith memasuki tahap baru.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Kasubdit 1 Keamanan Negara Polda Jabar, AKBP Hendral Veno, saat memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan Habib Bahar bin Smith 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGSINDUR - Kasus penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) yang dilakukan Habib Bahar bin Smith memasuki tahap baru.

Meski saat ini Bahar bin Smith tengah menjalani tahanan di Lapas Kelas II A Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Bahar bin Smith terancam dengan kasus pengereroyokan dan penganiayaan pasal 351 dan 170.

Kasubdit 1 Keamanan Negara Polda Jabar, AKBP Hendral Veno menjelaskan bahwa kasus ini merupakan lanjutan kasus yang tengah dijalankan.

Lebih lanjut, Hendral Veno menegaskan bahwa keputusan tersebut menunggu hasil dari persidangan.

"Sampai nanti Kejaksaan nunggu jadwal persidangan," tegasnya.

Sementara itu, menyikapi bahwa pihak korban mengklaim telah mencabut perkara, namun Hendral Veno memaparkan bahwa pihaknya mengacu dengan aturan yang ada.

"Kalau kita mengacu pada Perkap no 6 tahun 2019 itu ada syarat materil dan formil pasal 12. Jadi itulah delik murni bukan delik aduan," bebernya.

Atas kasus tersebut, Bahar bin Smith terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

"Ancaman hukuman di atas 5 tahun," ungkapnya.

Selain itu, dalam pelimpahan bekas perkara dan tersangka, Henderal Veno mengaku bahwa semua dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat.

"Untuk kesehatan sudah dilaksanakan oleh Lapas terkait rapid test antigen maupun swab sudah dilaksanakan Lapas Gunungsindur dan hasilnya negatif. Beliau, sehat jasmani dan rohani," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved