Breaking News:

Kronologi Penggali Makam Covid-19 di Tangsel Demo, Berawal saat Upah Tak Dibayar

penalangan dana dilakuakan karena proses pembayaran para penggali makam yang menggunakan sistem pengupahan harian. 

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
ILUSTRASI -- Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Aksi demo yang dilakukan sejumlah penggali makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan pada Senin (25/1/2021) merupakan puncak dari kekecewaan atas keterlambatan pembayaran upah mereka. 

Kepala TPU Jombang, Tabroni mengatakan telatnya pembayaran itu baru pertama terjadi semenjak lokasi tersebut ditunjuk pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) sebagai lokasi khusus pemakaman jenazah infeksi Covid-19 pada Maret 2020 silam.

Pasalnya, sistem pembayaran yang selama ini dilakukan secara per hari terlebih dahulu dapat ditangani pihak pengelola dengan mencari dana pinjaman ke sejumlah pihak. 

Ketua TPU Jombang, Tabroni.
Ketua TPU Jombang, Tabroni. (Warta Kota)

Tabroni menuturkan peminjaman dana dilakukan pihaknya guna mengantisipasi keterlambatan pembayaran upah para penggali makam. 

Tak jarang dirinya mengakali keterlambatan biaya tersebut dengan biaya pribadinya untuk sementara waktu. 

Sebab, biasanya Pemkot Tangsel melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) membayarkan biaya upah tersebut setelah adanya proses penagihan dari pengelola TPU Jombang. 

"Iya nalangin dari Maret (2020). Saya pernah sampai 60 juta saya talangin. Sehabis itu diajukan ke Disperkimta, cuman saya enggak lebih-lebihan dan mengambil keuntungan satu sen pun saya enggak ambil keuntungan saya enggak mau," ungkapnya. 

Selain itu, kata Tabroni, penalangan dana dilakuakan karena proses pembayaran para penggali makam yang menggunakan sistem pengupahan harian. 

Menurutnya setiap lubang makam ditaksir senilai Rp 1 juta yang nantinya dibagi kepada lima penggali makam dalam satu lubang tersebut. 

Namun, pada tahun 2021 ini pihak Disperkimta Kota Tangsel mulai mengubah sistem pengupahan per hari menjadi per minggu. 

Karenanya, pada bulan Januari 2021 ini para penggali makam belum menerima upah dikarenakan biaya upah yang belum digelontorkan pihak Disperkimta Kota Tangsel. 

"Kurang cuman minggu kemarin, karena (pencairan dana-red) prosesnya memang lama. Sekarang mereka (penggali makam-red) sudah paham dari harian ke mingguan," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Upah Penggali Makam Telat Dibayar, Kepala TPU Jombang : Sejak Maret Sampai Rp 60 Juta Saya Talangi

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved