Breaking News:

Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat, Masih Banyak Warga Acuh Protokol Kesehatan

Tim pemburu peanggar PPKM yang diluncurkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro terus bergerak berpatroli mendatangi titik yan

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
pelanggar protokol kesehatan di Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus Covid-19 Kota Bogor masih mengalami peningkatan, hingga Jumat (29/1/2021) tercatat 140-an warga Kota Bogor terkonfirmasi positif.

Meski begitu, masih saja ada masyarakat yang nekat melanggar protokol kesehatan.

Tim pemburu pelanggar PPKM yang diluncurkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro terus bergerak berpatroli mendatangi titik yang rawan kerumunan.

"Kita terus bergerak untuk menekan penyebaran Covid-19, hari terjaring beberapa pelanggar protokol kesehatan," katanya Sabtu (30/1/2021).

Kombes Pol Susatyo mengatakan pemburu pelanggar PPKM fokus pada pelanggaran protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker, kerumunan orang, kapasitas jumlah pengunjung, dan jam operasional pada malam nanti.

"Sanksi yang diberikan sesuai aturan yang berlaku ada sanksi sosial dan denda," katanya.

Polresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa dihari kedua penerapan PPK Polresta Bogor Kota akan terus meningkatkan dan menggencarkan penegakan hukum atau operasi Yustisi dengan Satpol PP Kota Bogor.

"Dengan sasaran ketentuan PPKM kami melakukan penindakan yang memang diarea-area sering ditemukan kerumunan, termasuk bagi yang tidak menggunakan masker nanti aturannya kami mengacu kepada Perwali," ujarnya.

Tim pemburu pelanggar PPKM akan memonitoring tempat tempar yang menjadi potensi kerumunan seperti cafe, restoran, pusat pembelanjaan dan ruang terbuka publik.

"Yang tidak patuh akan kami lakukan penindakan ditempat jadi mobil kami akan berjalan bersama Satpol PP untuk melakukan penindakan ditempat tentunya sanksi-sanksi sudah ditentukan kami berharap ini memiliki dampak yang berarti sehingga tidak perlu ppkm ini diperpanjang cukup dua minggu dan angka penyebaran covid bisa turun," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved