Breaking News:

Tarif Tol BORR Naik, Fraksi Golkar Protes : Seharusnya Memiliki Empati

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan seharusnya pengelola Tol BORR turut berempati dalam kondisi pandemi Covid-19.

Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Tol BORR 

"Untuk itu saya melalui Komisi II DPRD Kota Bogor akan segera mengundang PT. MSJ selaku pengelola tol BORR. Karena ada beberapa hal juga terkait aspirasi dari masyarakat yang ingin saya tanyakan kepada MSJ ini," jelasnya.

"Sikap ini juga merupakan respon atas sikap Pemkot Bogor yang diam saja tanpa ada upaya memberikan penjelasan," tegas Rusli yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor itu.

Terpisah, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Dedi Krisnariawan Sunoto menyatakan, kenaikan tarif atau yang lebih tepatnya yang dia sebut penyesuaian tarif ini, sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.08/KPTS/M/2021 tentang Penyesuaian Tarif Pada Jalan Tol BORR.

Dedi menjelaskan dengan beroperasinya Ruas BORR Seksi III A (Simpang Yasmin–Simpang Semplak) maka terdapat penambahan jalan tol operasi sepanjang 3,8 kilometer. Sebelumnya panjang Tol BORR 7,5 kilometer dan dengan beroperasinya ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak  menjadi 11,3 kilometer.

Penambahan jalan tol operasi ini menjadi dasar pemberlakuan tarif baru untuk Ruas BORR dengan mempertimbangkan jenis konstruksi Seksi IIIA Ruas Simpang Yasmin–Simpang Semplak," jelas Dedi.

Dedi menuturkan,ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak merupakan konstruksi layang. Sehingga,kata dia, memerlukan biaya konstruksi yang lebih tinggi yang nilainya sekitar empat hingga lima kali lipat dari konstruksi jalan yang berada di tanah.

"Pemberlakuan tarif baru Jalan Tol BORR ini juga memperhitungkan inflasi 2,5 tahun yaitu dari Juni 2018 hingga Desember 2020 sebesar 7,32 persen," Dedi menutup.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved