Breaking News:

Selain Ganjil-Genap, Ini Aturan yang Diterapkan di Kota Bogor Dua Pekan ke Depan, Resepsi Dilarang

Penyebab lonjakan kasus Covid-19 lainnya, kata Bima, adalah mobilitas warga yang semakin tidak terkendali.

Istimewa/Pemkot Bogor
Peraturan ganjil genap akan mulai dilakukan penerapan sosialisasi pada Jumat, 5 Februari 2021 dan mulai berlaku pada Sabtu, 6 Februari 2021 di ruas jalan utama Kota Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro mengumumkan sejumlah kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19.

Selain pengurangan mobilitas warga, kebijakan tersebut juga fokus terhadap penguatan Karantina dan pembatasan aktivitas warga di RW zona merah, serta penguatan kapasitas testing, tracing dan treatment (3T).

“Harus kita akui ada kelemahan dalam sistem yang kita miliki, kelemahan sistem 3T, tracing, testing dan treatment. Karena jumlah SDM kita tidak mampu untuk mengimbangi lonjakan kasus. Kalau kasus 100 per hari, berarti yang harus di tracing itu kan ribuan. Belum lagi kebutuhan PCR dan lain sebagainya. Kita evaluasi secara mendasar,” ungkap Bima Arya di sela pemantauan karantina RW zona merah di Perumahan Duta Kencana, Tanah Sareal, Kamis (4/2/2021).

“Kami terus tingkatkan kapasitas 3T dengan akan merekrut surveillance. Saat ini kita memiliki 168 orang. Secara bertahap kita akan rekrut mungkin bisa 300-400 orang lagi yang akan disebar di Puskesmas untuk melakukan peningkatan kapasitas surveillance. Demikian juga untuk kapasitas testing dan treatment, menambah tempat isolasi. KIta sudah punya RS Lapangan, tapi on progres ada beberapa gedung instansi pemerintah yang sedang kita siapkan untuk isolasi orang tanpa gejala,” tambahnya.

Penyebab lonjakan kasus Covid-19 lainnya, kata Bima, adalah mobilitas warga yang semakin tidak terkendali.

“Warga semakin abai, warga semakin cuek seolah-olah situasinya biasa. Kita melihat bahwa ancaman terbesar adalah ketika warga menganggap Covid-19 ini adalah flu biasa. Ini bukan flu biasa,” ujar Bima.

Bima menyebut, ada sekitar 450 RW dari 797 RW yang ada di Kota Bogor berstatus zona merah.

“Kita akan fokus di RW-RW ini untuk memastikan bahwa di sini 3T dilakukan secara maksimal. Jadi, di wilayah-wilayah ini TNI/Polri, aparatur Pemkot, bersama warga, akan betul-betul fokus untuk mengawasi prokes dan juga proses isolasi. Jadi penguatan karantina di sini. Kita tidak memilih model lockdown kota. Karena dari awal saya sampaikan bahwa tidak bisa lagi kita lockdown, kita fokus konsisten untuk melakukan peningkatan pengawasan dan kapasitas di wilayah.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya akan mendukung semua kebijakan dari Pemkot Bogor terkait upaya menekan tingginya mobilitas orang.

“Hasil evaluasi kami pada PPKM pertama, kami telah melakukan penindakan terhadap 8 cafe, 25 restoran. Itu pada tahap pertama. Namun ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan itu masih tinggi. Sehingga kami akan memberlakukan terkait dengan penyidik protokol kesehatan sehingga tidak lagi hanya pelanggaran, tetapi kita kaitkan dengan UU kekarantinaan dan UU lainnya yang terkait. Dalam waktu dekat kami juga akan membentuk Sentra Gakkumdu yang berisi Kepolisian, Kejaksaan, termasuk Satgas Covid untuk memberikan sanksi pidana yang lebih tegas dalam PPKM ini,” tegasnya.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved