2 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayah Indonesia yang Berpeluang Siaga dan Waspada Banjir Bandang

Berikut daftar wilayah yang berpeluang terdampak dampak banjir atau banjir bandang dua hari ke depan 10-11 Februari 2021 akibat hujan lebat.

Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM/LINGGA ARVIAN NUGROHO
ILUSTRASI - Banjir yang terjadi di Perumahan Griya Cimanggu Indah, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Sabtu malam sampai Senin (26/10/2020) jelang siang ini masih merendam puluhan rumah warga. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mewaspadai peluang banjir dan banjir bandang dua hari kedepan.

Seperti diketahui, sebelumnya BMKG selalu mengingatkan bahwa pada bulan Februari 2021 sebagian wilayah Indonesia diprediksi masih berada pada puncak musim hujan, sehingga masih berpeluang mendapatkan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem lainnya.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengatakan, peningkatan tren curah hujan ekstrem ini selain dipicu oleh fenomena dan atau gangguan skala iklim, dikaitkan juga sebagai dampak perubahan iklim.

"Dari pengamatan BMKG walaupun curah hujan berada pada tingkat sedang, namun masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Hal ini tergantung pada daya dukung lingkungan dalam merespon kondisi curah hujan," kata Guswanto.

Berikut daftar wilayah yang berpeluang terdampak dampak banjir atau banjir bandang dua hari ke depan 10-11 Februari 2021 akibat hujan lebat.

- Banten (siaga)

- Jawa Barat (siaga)

- Jawa Tengah (siaga)

- Jawa Timur (siaga)

- Aceh (waspada)

- Sumatera Utara (waspada)

- Jambi (waspada)

- Bengkulu (waspada)

- Sumatera Selatan (waspada)

- Lampung (waspada)

- DKI Jakarta (waspada)

- DI Yogyakarta (waspada)

- Bali (waspada)

- Nusa Tenggara Barat (waspada)

- Kalimantan Utara (waspada)

- Kalimantan Timur (waspada)

- Kalimantan Tengah (waspada)

- Kalimantan Selatan (waspada)

- Nusa Tenggara Timur (waspada)

- Sulawesi Tengah (waspada)

- Sulawesi Selatan (waspada)

- Papua (waspada)

Oleh karena itu, BMKG selalu mengingatkan agar masyarakat yang merasa tinggal atau berdomisili di sekitar wilayah rawan bencana hidrometeorologi banjir dan banjir bandang untuk melakukan antisipasi segera.

Selain itu, bencana hidrometeorologi yang berkaitan dengan curah hujan tinggi dan perlu juga diwaspadai selain banjir bandang adalah pohon tumbang, jalan licin, genangan, tanah longsor, tanah berlubang dan juga gelombang tinggi.

Terjerat Narkoba, Rencana Nikah Ridho Rhoma Terancam Pupus, Rhoma Irama Bocorkan Sosok Calon Menantu

Sosok Iqlima Ayu Istri Maaher At-Thuwailibi, Kini Harus Hidupi 2 Anak yang Masih Kecil

Mitigasi bencana hidrometeorologi

Mitigasi bencana hidrometeorologi Agie menjelaskan, mitigiasi bencana hidrometeorologi ini bisa dilakukan dengan banyak cara, beberapa di antaranya sebagai berikut.

1. Mitigasi secara nomenklatur

Mitigasi secara nomenklatur ini sering dimaknakan sebagai rangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana.

"Bentuknya (mitigasi nomenklatur) melalui pembangunan fisik atau infrastruktur, ini interfensi maupun penyadaran masyarakat," kata Agie Wandala selaku Kepala Sub-bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG dalam pemberitaan Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

2. Edukasi kepada masyarakat

Penyadartahuan atau edukasi dari pemerintah atau instansi terkait mengenai potensi bencana kepada masyarakat perlu dilakukan sebelum bencana alam benar-benar terjadi.

Sehingga, masyarakat dan seluruh instansi terkait bisa bergotong royong dan bekerjasama dalam upaya memperbaiki insfrastuktur atau menyiapkan hal-hal berkaitan dengan jalur alternatif jika bencana tak bisa dihindari.

3. Aktivitas yang tidak merusak lingkungan

Aktivitas yang tidak merusak lingkungan ini perlu dilakukan oleh siapa saja, alias setiap individu masyarakat baik di daerah tidak rawan, terutama daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Beberapa kegiatan yang tidak merusak lingkungan yakni;

- Tidak membuang sampah sembarangan, terutama aliran air (drainase) dan sungai; berpotensi banjir dan sarang nyamuk

- Menebang pohon tua rapuh di sekitar lingkungan

- Menyimpan air di musim hujan, cadangan di musim kemarau

- Bijak dalam penggunaan air

- Kurangi kegiatan menghasilkan emisi gas rumah kaca Beri ruang serapan air untuk lahan yang akan dibangun

- Tidak menebang pohon atau mengeruk tanah terutama di wilayah lereng gunung atau perbukitan, potensi longsor

- Waspada daerah cekungan ketika musim hujan, potensi banjir

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar Wilayah Indonesia Siaga dan Waspada Banjir Bandang 2 Hari ke Depan", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/09/174200523/daftar-wilayah-indonesia-siaga-dan-waspada-banjir-bandang-2-hari-ke-depan?page=all#page2.
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved