Breaking News:

Kena Imbas Tanah Longsor, Warga Desa Ragajaya Bersihkan Rumah dari Genangan Lumpur

Perlahan tapi pasti Chandra mengayunkan sapu lidi tersebut untuk menyingkirkan lumpur dan sampah di jalan tepat di depan rumahnya.

TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Seorang warga Perumahan Bukit Pesanggrahan 2, Desa Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor berjibaku seorang diri membersihkan lumpur pasca terjadi tanah longsor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Dengan bermodalkan sapu lidi serta air yang dialirkan dari rumahnya, seorang warga bernama Chandra berjibaku seorang diri membersihkan lumpur usai terjadi tanah longsor di Perumahan Bukit Pesanggrahan 2, Desa Ragajaya, Bojonggede, RT 04 RW 15, Kabupaten Bogor.

Perlahan tapi pasti Chandra mengayunkan sapu lidi tersebut untuk menyingkirkan lumpur dan sampah di jalan tepat di depan rumahnya.

Dengan keringat yang mengucur deras, Chandra pantang mundur guna membersihkan jalan tersebut agar dapat dilewati dengan nyaman tanpa ada rasa khawatir terpeleset lantaran licin.

Chandra bercerita kepada TribunnewsBogor.com bahwa peristiwa tanah longsor yang menyebabkan rumahnya nyaris terendam air terjadi Senin 8 Februari, siang hari.

Lanjut Chandra, saat itu cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan disertai angin kencang membuat salah satu bangunan mengalami longsor.

"Sebelumnya terjadi longsor di wilayah sekitar kita ini. Aliram sungai yang tadinya lancar karena tertutup sungai itu air meluap ke daratan. Sampai setinggi lutut orang dewasa terjadi saat hujan. Dalam waktu 15 menit air cepat naik. Tapi cepat surut juga," ujarnya.

"Kejadian sekitar pukul 11.00 WIB lalu disertai hujan, banjir datang. Kita tidak memprediksi musibah ini datang. Mungkin karena aliran ini tersumbat sehingga terjadi banjir," tambahnya.

Sementara itu, usai terjadinya bencana tersebut, Chandra harus berjibaku kembali menahan rasa lelah demi wilayahnya bebas dari lumpur.

"Cuma ya itu membawa lumpur dan sampah yang ada sehingga terpaksa saya bekerja sendiri untuk membersihkan sisa-sisa lumpur itu," tegasnya.

Chandra pun harus bekerja ekstra membersihkan lumpur-lumpur luapan kali Pesanggrahan.

"Kurang lebih satu sampai dua jam saya membersihkan lumpur ini. Dengan keterbatasan karena dilakukan secara sendiri dengan jumlah air yang terbatas juga. Jadi ya terpaksa dikerjakan. Karena warga mungkin banyak yang bekerja atau tidak tahu alasannya apa," paparnya.

Selain itu, Chandra berharap agar semua pihak dapat menghidupkan kembali rasa tolong menolong terhadap sesama manusia.

"Semoga hal ini tidak terjadi lagi dan pihak terkait lebih memperhatikan kondisi warga yang ada di wilayahnya san tidak menutup mata dari segala kejadian yang menimpa warga," tandasnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved