Breaking News:

Satu Truk Ganja yang Disita BNN di Parung Bogor Berasal dari Aceh, Diduga Dikendalikan dari Lapas

Satu truk paket kiriman kargo tersebut dikirim dengan tujuan Sentul Selatan namun setelah diintai, dibawa ke kawasan Parung.

Ist
Badan Narkotika Nasional (BNN) gagalkan pengiriman satu truk ganja di Jalan Raya Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Selasa (9/2/2021) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNG - Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen (Purn) Arman Depari mengatakan bahwa sekitar 450 kg ganja yang diamankan di Parung, Kabupaten Bogor berasal dari Aceh.

Satu truk paket kiriman kargo tersebut dikirim dengan tujuan Sentul Selatan namun setelah diintai, dibawa ke kawasan Parung.

"Berat kurang lebih 450 kg lebih. Ganja dibawa dari Aceh melalui jalan darat menggunakan kargo," kata Arman Depari kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).

Ganja tersebut kata dia, rencananya dibawa ke sebuah gudang penyimpanan di Parung.

Setelah diintai sejak Senin (8/2/2021) malam, satu truk ganja hampir setengah ton diamankan di kawasan Parung pada Selasa (9/2/2021) dini hari.

"Barang ini bersama dengan truknya sempat berhenti di Sentul Selatan kemudian malam tadi diambil kembali untuk dipindahkan dan menurut rencananya di daerah ini (Parung) akan dijadikan gudang penyimpanan untuk sementara sebelum didistribusikan kepada para pemesan," katanya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) gagalkan pengiriman satu truk ganja di Jalan Raya Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (8/2/2021) malam.
Badan Narkotika Nasional (BNN) gagalkan pengiriman satu truk ganja di Jalan Raya Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (8/2/2021) malam. (Ist)

Pengiriman satu truk ganja ini diduga melibatkan pelaku di balik lapas.

Narapidana dibalik lapas tersebut diduga merupakan pemilik dari ganja kering tersebut.

"Diduga pemilik adalah seorang narapidana atas nama PK di sebuah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Barat," kata Arman.

Diketahui, untuk mengelabui petugas, ganja ini dimasukan ke dalam tabung pipa paralon kemudian dilem dan diisi dengan air di wadah semacam drum atau gentong. 

Truk tersebut membawa sebnayak 6 drum yang mana satu drum berisi kurang lebih 60 sampai 63 paralon panjang.

Pipa parlon itulah yang kemudian di dalamnya diisi dengan ganja kering. 

"Kalau kita lihat tadi bentuknya seperti lemang, nah ini mungkin karena pertama sekali bisa kita sebut lemang ganja ini. Kalau kita kalkulasikan 6 kali 63 maka kurang lebih beratnya 450 kg dan mungkin kalau kita totalkan bisa sampai setengah ton," pungkasnya.

Kini barang bukti ganja ini sudah dibawa ke BNN Cawang, Jakarta Timur.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved