Breaking News:

Ratusan Karung Sampah Medis APD Berceceran di Bogor Ternyata Kiriman dari Hotel di Tangerang

Ratusan karung plastik sampah medis alat pelindung diri (APD) yang berceceran di sembarang tempat di wilayah Kabupaten Bogor ternyata dari Tangerang.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Dua tersangka kasus pidana pengelolaan sampah dan juga limbah berbahaya terkait temuan ratusan karung plastik sampah medis di Bogor diamankan polisi. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ratusan karung plastik sampah medis alat pelindung diri (APD) yang berceceran di sembarang tempat di wilayah Kabupaten Bogor ternyata kiriman dari Tangerang.

Kapolres Bogor AKBP Harun menjelaskan bahwa sampah tersebut berasal dari sebuah hotel di Kota Tangerang yang dijadikan tempat isolasi pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

"Hasil penyelidikan kita dapati bahwa sampah ini didapat dari salah satu tempat atau hotel yang dijadikan tempat isolasi OTG di wilayah Kota Tangerang," kata AKBP Harun dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Rabu (10/2/2021).

Dia menjelaskan bahwa hotel ini menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang untuk pembuatan tempat isolasi tersebut per 29 Desember 2020.

Tempat isolasi ini berkapasitas 113 pasien dengan anggaran tiap termin 14 hari sebesar Rp 830 juta.

Harun menuturkan bahwa untuk sampah spesifik atau limbah medis ini, pihak hotel awalnya bekerja dengan perusahaan pengelolaan sampah medis.

Namun kemudian, mereka malah menjalin kerja sama dengan perusahaan laundry terkait limbah ini dengan alasan biaya.

"Pengambilan (limbah) pertama tanggal 25 Januari, tidak diolah, tapi dibuang di Cigudeg di lahan sawit. Kemudian pengambilan kedua tanggal 27 Februari dibuang di Kecamatan Tenjo. Kemudian pengambilan ketiga di tanggal 2 Februari dibuang lagi di Cigudeg," terang Harun.

Atas pengungkapan ini polisi sudah menetapkan 2 orang tersangka yakni WD (37) dan IP (21) dari pihak pembuang limbah.

Disita sejumlah barang bukti berupa 2 unit mobil boks, surat kesepakan dan 120 kantong plastik kuning ukuran karung berisi limbah B3 medis Covid-19.

"Kita kenakan pasal 40 ayat 1 UU nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 5 Miliar. Kita juncto kan juga dengan UU lingkuhan hidup pasal 104 junto pasal 60 UU nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan limbah lingkungan hidup dengan ancaman hukuman 3 tahun dan denda Rp 3 Miliar," kata Harun.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved