Breaking News:

Ganjil Genap Kota Bogor

Kebijakan Ganjil Genap Kota Bogor, Pengamat Publik Sebut Tidak Ada Alat Ukur yang Jelas

Pengamat Kebijakan Publik Yus Fitriadi mengatakan bahwa sah saja jika kepala daerah memiliki program untuk memutus mata rantai Covid-19.

Istimewa/Pemkot Bogor
Bima Arya mengatakan, volume kendaraan ke Kota Bogor terlihat lebih landai. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penerapan kebijakan ganjil genap untuk membatasi mobilitas masyarakat dinilai tidak memiliki alat ukur yang jelas terkait dengan tingkat keberhasilannya dalam memutus mata rantai Covid-19.

Pengamat Kebijakan Publik Yus Fitriadi mengatakan bahwa sah saja jika kepala daerah memiliki program untuk memutus mata rantai Covid-19.

Namun baiknya kebijakan tersebut melalui kajian yang komperhensif dengan alat ukur yang jelas dan bukan hanya tray and error.

"Iya karena bagaikana pertanggungjawaban efektifitas pelaksanaan kebijakan tersebut kepada publik jika tidak terukur," katanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui meski Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai kebijakan ganjil genap efektif menurunkan jumlah kendaraan namun kenyataannya pada penerapan ganjil genap diminggu pertama masih kendaraan yang tidak sesuai aturan ganjil genap parkir di restoran, kawasan perbelanjaan dan kawasan kuliner.

Saat ditanyai mengenai kondisi tersebut Yus menilai bahwa kebijakan ganjil genap tidak melalui tahapan yang utuh, sehingga masyarakat kebingungan.

"Masalah teknispun, (siapa aja yang akan terkena ganjil genap, dimana saja, sanksinya dan lain-lain) itu baru muncul semalam saja," katanya.

Selain itu yus juga memberikan beberapa catatatan di antaranya adalah potensian penularan Covid-19 belum mendapat penguatan yang siginifikan.

"Ketika masalahnya pada kerumunan, maka diantara tempatnya adalah pasar, pusat-pusat perbelnajaan, angkutan umum, aktifitas sosial dan obyek wisata tingkat itu saja dikuatkan programnya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved