Breaking News:

Makna Lilin Merah Saat Imlek, Makin Besar Ukurannya Semakin Baik

Imlek tiap tahunnya kerap identik dengan lilin warna merah yang dinyalakan saat momen ini dirayakan masyarakat Tionghoa.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pengurus Vihara Amurwa Bhumi atau Hok Tek Bio Cibinong Agi Widodo 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Imlek tiap tahunnya kerap identik dengan lilin warna merah yang dinyalakan saat momen ini dirayakan masyarakat Tionghoa.

Lilin ini dinyalakan dan ditaruh di dalam ruang sembahyang vihara jelang malam perayaan Imlek.

Lilin merah ini bukan disediakan oleh pihak vihara itu sendiri, melainkan dikirim khusus perayaan Imlek oleh para penganut kepercayaan masyarakat Tionghoa ini.

Pengurus Vihara Amurwa Bhumi ( Kelenteng Hok Tek Bio) Cibinong, Kabupaten Bogor Agi Widodo menjelaskan lilin merah ini sebenarnya bisa dipasang di luar perayaan Imlek.

Namun, kebanyakan masyarakat Tionghoa memang memasangnya di vihara saat menyambut tahun baru China atau Imlek.

Lilin merah yang dinyalakan ini, kata dia, bermakna arti menggambarkan seseorang yang tidak ingin redup dalam usaha.

"Lilin ini menggambarkan seseorang bahwa dia itu tidak ingin redup, tidak ingin bangkrut, tapi dia pasang lilin, usaha seperti lilin menyala terus biarkan nanti mati sendiri dengan habisnya batang lilin itu," kata Agi Widodo kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (11/2/2021).

Ukuran lilin yang dipasang masyarakat Tionghoa di vihara, kata dia, bervariasi dari yang ukuran kecil, sedang hingga besar.

Semakin besar ukuran lilin merah yang dipasang, kata dia, maka semakin baik.

"Iya (semakin besar semakin bagus), silahkan aja, orang kepercayaannya itu. Lilinnya semakin gede, harganya puluhan juta, usahanya udah miliaran," kata Agi.

Sehari jelang Imlek, kata Agi, di Vihara Amurwa Bhumi Cibinong sudah ada 30 lebih lilin yang dikirim masyarakat Tionghoa untuk dinyalakan di sana.

Lilin merah di Vihara Amurwa Bhumi atau Hok Tek Bio Cibinong, Kabupaten Bogor dalam perayaan Imlek 2021.
Lilin merah di Vihara Amurwa Bhumi atau Hok Tek Bio Cibinong, Kabupaten Bogor dalam perayaan Imlek 2021. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Lilin merah yang paling besar di pasang di vihara ini memiliki tinggi mencapai sekitar 2,5 meter.

"Di sini ada lilin yang paling gede harganya kurang lebih Rp 40 juta sepasang," kata Agi.

Namun dari sekian banyak lilin merah tersebut, separuh dari pemiliknya tidak berkenan hadir ke vihara saat malam Imlek karena pandemi Covid-19.

"Ini kan yang masang lilin udah lebih dari 30 ya, separuhnya sudah telepon, mohon maaf tidak bisa hadir, tolong sundutin lilinnya, pasangin. Semuanya terdampak (pandemi Covid-19)," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved