Ganjil Genap Kota Bogor

Bahas Soal Ganjil Genap, Bima Arya Beberkan Dampaknya Bagi Sektor Ekonomi di Kota Bogor

Kebijakan ganjil genap itu pun menimbulkan pro dan kontra di masyarakat yang juga berdampak pada beberapa sektor terutama sektor ekonomi.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor yang juga koordinator Komisi 4 DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan perwakilan dari pengusaha yakni Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengahdiri diskusi publik yang diadakan oleh Pokwan DPRD Kota Bogor dalam kegaiatn Podcast Sowan, Rabu (17/2/2021). 

Terlebih saat ini kebijakan ganjil genap hanya berlaku di hari Sabtu dan Minggu hanya pada pukul 09.00 WIB.

Di lokasi yang sama, Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan bahwa kebijakna ganjil genap sangat pengaruh terhadap tingkat kunjungan hotel terlebih di minggu kedua saat akhir pekan minggu lalu.

Namun ketika mendengar informasi kebijakan ganjil genap diperpanjang, para hotel pun membuat kreasi dengan memanfaatkan ganjil genap sebagai konten atau item promosi.

"Sejak kemarin diperpanjang itu muncul kreatifitasnya justru identitas atau item ganjil genap dijadikan oleh teman-teman menjadi sebuah promosi, contoh promo ganjil genap di tanggal ganjil harga ganjil ditanggal genap harga genap, dan ada ini lebih gila lagi, bagi mobil yang bisa lolos ganjil genap di tanggal ganjil dapat diskon ekstra bisa lolos bisa ekstra angle promo karena kita promo diskon abis-abisan," katanya.

Terkait keamanan dan kenyamanan serta kebersihan di dalam hotel, Yuno memastikan bahwa standart hotel sudah sesuai dengan settifikasi kementerian dalam bentuk CHSE.

Di sisi lain Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan pihaknya menyoroti beberapa hal.

Di antaranya adalah mengenai sosialisasi dan edukasi soal kebijakan ganjil genap, vaksisnasi Covid-19 dan data Covid-19.

Jenal menilai masyarakat lebih takut kepada aturan daripada terhadap Covid-19 itu sendiri.

"Karena dari dulu pemkot melakukan sosialisasi dan edukasi serta sosialisai tidak berpengaruh dan terus meroket terus malah mereka berkerumun, nah kali ini ketegasan polri dengan ganjil genap sanksi atau denda dan bisa sampai kena denda kedepannya ini bukti bahwa warga lebih takut terhadap aturan bukan karena Covid faktanya ya ketika ganjil genap ini ya penurunan angka lalu lintas di Bogor cukup lengang," katanya.

Ia juga berharap agar kebijakan ganjil genap tersampaikan kepada masyarakat, ganjil genap tidak hanya inovasi di awal-awal ganjil genap bukan rekayasa atau skenario pimpinan atau Forkompinda tapi ini upaya yang ternyata berhasil karena memang selama ini belum pernah ada capaian yang positif terhadap penurunan angka covid 19 di Kota Bogor," katanya.

Terkait data Covid-19 Jenal juga minta ada paparan yang jelas terkait jumlah penambahan orang yang terkofnirmasi positif.

Diantaranya adalah penjelasan berapa jumlah kasus positif dari orang yang melakukan swab di hari yang sama.

"Kan kita enggak tau jadi ukuran penurunan angka Covid itu publik harus betul-betul paham dan mengerti bukan data yang asal-asalan tapi yang memang secara statistik dinas kesehatan tim gugus tugas Covid dan lain lain saya harap masyarakat bisa perihatin terhadap laju Covid ini semoga mudah-mudahan opsi yang bisa dijadikan penyeimbang antara kesehatan tetap kita lindungi usaha tetap berjalan," katanya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved