Breaking News:

Ganjil Genap Kota Bogor

Bahas Soal Ganjil Genap, Bima Arya Beberkan Dampaknya Bagi Sektor Ekonomi di Kota Bogor

Kebijakan ganjil genap itu pun menimbulkan pro dan kontra di masyarakat yang juga berdampak pada beberapa sektor terutama sektor ekonomi.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor yang juga koordinator Komisi 4 DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan perwakilan dari pengusaha yakni Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengahdiri diskusi publik yang diadakan oleh Pokwan DPRD Kota Bogor dalam kegaiatn Podcast Sowan, Rabu (17/2/2021). 

Di antaranya adalah mengenai sosialisasi dan edukasi soal kebijakan ganjil genap, vaksisnasi Covid-19 dan data Covid-19.

Jenal menilai masyarakat lebih takut kepada aturan daripada terhadap Covid-19 itu sendiri.

"Karena dari dulu pemkot melakukan sosialisasi dan edukasi serta sosialisai tidak berpengaruh dan terus meroket terus malah mereka berkerumun, nah kali ini ketegasan polri dengan ganjil genap sanksi atau denda dan bisa sampai kena denda kedepannya ini bukti bahwa warga lebih takut terhadap aturan bukan karena Covid faktanya ya ketika ganjil genap ini ya penurunan angka lalu lintas di Bogor cukup lengang," katanya.

Ia juga berharap agar kebijakan ganjil genap tersampaikan kepada masyarakat, ganjil genap tidak hanya inovasi di awal-awal ganjil genap bukan rekayasa atau skenario pimpinan atau Forkompinda tapi ini upaya yang ternyata berhasil karena memang selama ini belum pernah ada capaian yang positif terhadap penurunan angka covid 19 di Kota Bogor," katanya.

Terkait data Covid-19 Jenal juga minta ada paparan yang jelas terkait jumlah penambahan orang yang terkofnirmasi positif.

Diantaranya adalah penjelasan berapa jumlah kasus positif dari orang yang melakukan swab di hari yang sama.

"Kan kita enggak tau jadi ukuran penurunan angka Covid itu publik harus betul-betul paham dan mengerti bukan data yang asal-asalan tapi yang memang secara statistik dinas kesehatan tim gugus tugas Covid dan lain lain saya harap masyarakat bisa perihatin terhadap laju Covid ini semoga mudah-mudahan opsi yang bisa dijadikan penyeimbang antara kesehatan tetap kita lindungi usaha tetap berjalan," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved