Breaking News:

Hewan Disiksa Demi Konten Youtube, Begini Menurut Pakar IPB University

Seperti viral rumah jagal kucing, menyiksa monyet, menusuk mata kucing, memberi minuman keras pada kucing, menyiksa anjing dan video-video sejenis.

kolase Kompas dan TribunMedan
Tetangga Jagal Kucing Beri Kesaksian, Lihat Kucing Dipotong Tiap Hari, Syok Temukan Kepala di Karung 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Center for Tropical Animal Studies ( Centras) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University menyayangkan adanya penyiksaan hewan demi konten Youtube yang marak belakangan ini.

Seperti viral rumah jagal kucing, menyiksa monyet, menusuk mata kucing, memberi minuman keras pada kucing, menyiksa anjing dan video-video sejenis lainnya.

Sekretaris Centras Deddy Cahyadi Sutarman mengatakan bahwa kondisi kesejahteraan hewan saat ini belum secara optimal mendapat perlindungan dari pemerintah Indonesia.

"Peraturan yang ada belum mampu menjerat para pelanggar hukum dengan baik serta belum mampu menimbulkan efek jera. diperlukan perhatian dari banyak pihak untuk lebih mengedepankan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare), seperti yang tertuang dalam Universal Declaration on Animal Welfare," kata Deddy Cahyadi Sutarman dalam keterangannya, Rabu (17/2/2021).

Universal Declaration on Animal Welfare ini adalah perjanjian antar pemerintah yang diajukan untuk mengakui bahwa hewan memiliki rasa sakit, mencegah kekejaman dan mengurangi penderitaannya, juga mempromosikan adanya acuan untuk kesejahteraan hewan, seperti hewan ternak, hewan pendamping, hewan digunakan dalam penelitian, hewan penarik, satwa liar dan hewan di dunia hiburan.

"Tingginya praktik animal abuse menunjukkan bahwa masyarakat masih belum terlalu peduli dengan kemaslahatan hewan dan hukum yang ada belum memberikan efek jera pada pelaku kekerasan hewan," katanya.

Dia menuturkan bahwa sebenarnya sudah ada langkah-langkah perhatian terhadap animal welfare di Indonesia, namun pergerakan aktivis masih belum solid.

"Dibutuhkan wadah untuk mengumpulkan aktivis kesejahteraan hewan secara nasional yang menggunakan pendekatan legislatif dan ilmiah, berlandaskan five freedom / five domain of animal welfare. Diperlukan juga pemahaman dan kampanye tentang kaitan animal welfare dan penyakit zoonosis yang dapat membahayakan manusia,” pungkas Deddy.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved