Breaking News:

Manfaatkan Daun Kemang Sebagai Pakan, Lobster Milik Aji Jadi Lebih Energik dan Cepat Besar

Di Kota Bogor petani lobster Aji Tribusono Wibowo menemukan cara agar daya tahan lobster untuk bertahan hidup lebih besar dan lebih energik.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Lobster air tawar milik petani lobster Aji Tribusono Wibowo di Bogor yang lahap diberi pakan daun kemang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Banyak cara yang bisa dilakukan petani lobster untuk mengembang biakan lobster air tawar agar tumbuh dengan sehat dan meminimalisir tingkat kematian.

Di Kota Bogor petani lobster Aji Tribusono Wibowo menemukan cara agar daya tahan lobster untuk bertahan hidup lebih besar dan lebih energik.

Aji menggunakan daun kemang sebagai pakan lobster air tawar.

Alhasil lobster yang dibudidayakannya tumbuh lebih cepat dan energik.

Aji menceritakan, awal mula dirinya menemukan daun kemang untuk pakan lobster berawal dari ketidak sengajaan.

"Iya jadi kebetulan di sekitar kolam ada pohon kemang, kemudian daun yang sudah kering berjatuhan ke kolam, awalnya saya kira dipakai bersembuyi sama lobster tapi ternyata habis juga dimakan," katanya.

Dari hasil pengamatan sekian waktu itu, ia melihat keberadaan daun di kolam tak hanya dijadikan tempat berlindung, namun dimakan anakan lobster yang berumur satu minggu.

Selain itu, kata Aji, dari pengalaman selama ini, lobster yang memakan pakan daun kemang menunjukkan angka harapan hidupnya lebih besar dari target rata-rata penetasan. 

"Misalnya, 200 telur yang menetas jumlahnya, itu hampir jadi semua. Kalaupun ada selisih sekitar 70% lebih lobster hidup," ucapnya.

Menurut Aji, pakan alami ini tak hanya untuk anakan lobster, tapi juga bisa diberikan kepada lobster dewasa yang berumur satu sampai dua bulan.

Hasilnya, menurut pria berusia 45 tahun itu, cukup bagus, baik dari sisi pertumbuhan lobster maupun warnanya akan terlihat lebih cerah tidak pucat. 

Lobster juga, kata Aji, sangat rakus melahap helai daun sehingga akan menyisakan tulang daun.

Sisa tulang daun ini boleh diangkat atau dibiarkan saja hingga lapuk tidak akan berpengaruh kepada air menjadi bau.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved