Breaking News:

2.200 Ton Sampah di Kabupaten Bogor Tak Tertangani, Sekda Akui Belum Punya Strategi Baru

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan bahwa soal sampah di Bumi Tegar Beriman masih jadi masalah serius sampai saat ini.

TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Truk pengangkut sampah Kalibaru, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat (10/3/2017) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan bahwa soal sampah di Bumi Tegar Beriman masih jadi masalah serius sampai saat ini.

"Sampah kita 2.800 ton per hari, namun yang bisa tertangani secara efektif hanya 600 ton per hari," kata Burhanudin kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Sehingga, masih tersisa 2.200 ton sampah di Kabupaten Bogor yang tidak tertangani.

Maka, kata dia, yang terjadi adalah penumpukan sampah di kanan-kiri jalan, di kanan-kiri sungai, bahkan sungai dianggap tempat pembuangan sampah terbesar dan terpanjang.

Dia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah Kabupaten Bogor harus turut berkontribusi untuk menyelesaikan masalah sampah ini.

Sebab, Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga sementara ini belum optimal ditambah pula pembangunan Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo tak kunjung rampung.

"Selama Nambo belum beres, kita harus punya strategi penanganan sampah di TPAS Galuga,” kata Burhanudin.

Burhanudin mengatakan bahwa mental sebagian masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik masih harus terus dibangun.

Upaya Pemkab Bogor dalam hal inu adalah program desa mandiri dalam mengelola sampah

“Saya akan coba membentuk desa mandiri dalam mengelola sampah. Nantinya simpul-simpul desa itu yang akan membantu kita. Nanti juga pastinya ada penghargaan dan bantuan untuk desa yang mengelola sampah secara mandiri,” pungkasnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved