Breaking News:

Hasil Lab Belum Keluar, Penyebab Matinya Ribuan Ikan di Situ Citongtut Bogor Masih Misterius

Penyebab matinya ribuan ikan di Situ Citongtut, Gunungputri, Kabupaten Bogor sampai saat ini masih misterius.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Asnan di Cibinong, Kamis (18/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Penyebab matinya ribuan ikan di Situ Citongtut, Gunungputri, Kabupaten Bogor sampai saat ini masih misterius.

Dugaan kondisi air yang diduga tercemar limbah berbahaya sementara ini masih belum dipastikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kabupaten Bogor Asnan mengatakan pengambilan sampel air danau atau situ tersebut sudah dilakukan untuk diperiksa di laboratorium.

"Kita sudah ambil sampel airnya hasilnya masih kita tunggu," kata Asnan saat ditemui TribunnewsBogor.com sela-sela kegiatannya di Cibinong, Kamis (18/2/2021).

Dia mengaku belum bisw memastikan kapan hasil pemeriksaan lab tersebut keluar.

"Kita tunggu aja, mudah-mudahan minggu depan sudah keluar," kata Asnan.

Diberitakan sebelumnya, ribuan ikan di danau atau Situ Citongtut, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor mendadak mati.

Ribuan ikan ini mengambang dan menumpuk ke permukaan pinggir area danau di tengah kondisi airnya yang menghitam.

"Sudah dua hari pada mabuk ikannya, sekarang mati," kata Kepala Desa Cicadas Dian Hermawan kepada wartawan, Selasa (2/2/2021) lalu.

Dia mengatakan bahwa imbas kejadian ini, area situ dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tak sedap.

Ikan-ikan di danau tersebut seperti danau lainnya, berasal dari sumbangan baik swasta mau pun pemerintah untuk masyarakat.

Kejadian serupa, kata Dian juga pernah terjadi di tahun 2020 lalu.

"Tahun lalu gak terlalu parah. Ini yang terparah banyak ikannya yang mati sama bau busuk sampai ke area pemukiman warga," kata Dian.

Dia menduga bahwa ikan-ikan itu mati karena air danau tercemar limbah berbahaya namun hal itu masih harus diselidiki oleh pihak terkait.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved