Pemuda yang Potong Kemaluannya hingga Putus Sempat Ditolak RS saat Berobat, Terpaksa Diikat di Kamar
Junaedi mengatakan saat ini S hanya bisa terbaring dengan kondisi tangan diikat karena sering mengamuk.
Sepupu Korban, Junaedi (29), mengatakan, beberapa bulan sebelum kejadian, S sering melamun dan mengurung diri.
Keluarga tak menduga S akan nekat berbuat demikian.
"Tapi ia tidak pernah mengatakan keinginannya," kata Junaedi, ditemui di Bunikasih, Kamis (18/2/2021).
Baca juga: Pengakuan Anak yang Bakar Hidup-hidup Ibu Kandungnya Sendiri di Rumah: Bingung Saya, Mentok Pikiran
Baca juga: Nekat Potong Kemaluannya Sendiri, Pemuda di Cianjur Sering Melamun dan Kurung Diri
Junaedi mengatakan saat ini S hanya bisa terbaring dengan kondisi tangan diikat karena sering mengamuk.
"Tadi juga pas ikatanya dilepas S ngamuk, jadi terpaksa kami mengikatnya lagi," katanya.
Kepala Desa Bunikasih, Memed, mengatakan S mengalami gangguan jiwa sejak beberapa bulan terakhir.
Ia tak mengetahui penyebabnya hingga pemuda ini stres berkepanjangan dan mengurung diri.
“Dia mengalami gangguan jiwa tapi tidak dari lahir," kata Memed.
Memed mengatakan, saat kejadian S sempat dibawa ke RSUD Cianjur, namun pihak RSUD merujuk korban untuk dibawa ke RS di Bandung.
"Karena tidak ada biaya untuk sementara korban dibawa pulang ke rumah, saat ini kami pihak pemerintah desa sedang mengupayakan untuk biaya berobat korban dibandung," kata Memed.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Nestapa Pemuda di Cianjur yang Nekat Memotong Kemaluannya, Hendak Berobat, Malah Ditolak Rumah Sakit, https://jabar.tribunnews.com/2021/02/18/nestapa-pemuda-di-cianjur-yang-nekat-memotong-kemaluannya-hendak-berobat-malah-ditolak-rumah-sakit?page=all.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail