Breaking News:

Sebut Banjir di Jakarta karena Gubernur Tak Kompeten, Faldo Maldini ke Anies: Minta Maaf Saja

Faldo Maldini sarankan Anies Baswedan minta maaf ke warga soal banjir di Jakarta, tak perlu menyalahkan pihak lain.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
Kolase Tribun Bogor
Faldo Maldini sarankan Anies Baswedan minta maaf soal banjir di Jakarta. 

Tak hanya di Sudirman, luapan Kali Krukut juga menyebabkan banjir di Jalan Kemang, Jalan Widya Chandra, dan Jalan Tendean.

Anies menambahkan, luapan Kali Krukut ditengarai terjadi karena aliran sungai tersebut menampung penambahan debit air dari hujan lokal yang berasal dari Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Targetkan Banjir Jakarta Surut dalam 6 Jam, Anies : Alhamdulillah Kawasan Utama Tidak Terendam

Baca juga: Anies Baswedan Targetkan Genangan Air Surut dalam Waktu 6 Jam

Ini artinya, penambahan debit aiar bukan hanya berasal dari hujan yang terjadi di kawasan Kemang atau Jalan Sudirman saja.

"Jadi curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut yang melintang melintasi Sudirman. Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 milimeter per hari," ucap Anies, dilansir dari Kompas.com.

Kemudian lintasan airnya melewati dua sungai, yakni Kali Mampang dan Kali Krukut.
Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI lalu mengalir ke Jalan Sudirman.

Dia menyebut, jika hujan deras terjadi di kawasan Bogorm maka air akan melintasi Kali Cuiliwung.

Namun jika hujan deras terjadi di kawasan tengah atau Depok, maka air melewati sungai aliran tengah, yakni Kali Krukut.

Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, terendam banjir hingga 2 meter, Sabtu (20/2/2021), akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. (kanan) dan Foto banjir di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021).
Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, terendam banjir hingga 2 meter, Sabtu (20/2/2021), akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. (kanan) dan Foto banjir di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). (Twitter/Subo Family dan KOMPAS.com/IHSANUDDIN)

"Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok," tutur Anies.

Anies juga mengemukakan hal serupaketika meninjau kawasan Kemang, Minggu (21/2/2021) siang.

Saat itu ia sempat melihat aliran Kali Krukut bersama Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dan Sekretaris Pemerintah Kota Jakarta Selatan Munjirin.

Dia pun mengatakan, banjir di Jakarta pada akhir pekan kemarin cepat kering karena antisipasi yang telah dilakukan oleh jajaran Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta sedari awal sudah menentukan daerah-daerah yang berisiko.

Sehingga ketika terjadi banjir maka pompa dan tenaga pengawas langsung dikerahkan.

Menurut Anies, Jakarta sudah relatif normal dalam satu hari pasca-banjir.

Meskipun demikian, ia tak menampik masih ada wilayah di Jakarta yang digenangi banjir.

“Apakah 100 persen? Belum. Di kawasan Jakbar sekitar Kali Angke, di sana air kiriman dari hulu masih jalan. Itu yang masih mebuat terjadi genangan, tetapi insya Allah kita siap, dan saya imbau ke seluruh masyarakat untuk juga waspada seperti imbauan dari BMKG,” ujar Anies.

Banjir di Jakarta pada Sabtu kemarin mengakibatkan 342 RT di 113 RW tergenang banjir dan sejumlah warga mengungsi.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved