Breaking News:

Sebut Banjir di Jakarta karena Gubernur Tak Kompeten, Faldo Maldini ke Anies: Minta Maaf Saja

Faldo Maldini sarankan Anies Baswedan minta maaf ke warga soal banjir di Jakarta, tak perlu menyalahkan pihak lain.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
Kolase Tribun Bogor
Faldo Maldini sarankan Anies Baswedan minta maaf soal banjir di Jakarta. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Politisi muda, Faldo Maldini menyindir keras Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan banjir di DKI Jakarta.

Faldo Maldini secara terang-terangan menyebut bahwa penyebab banjir di Jakarta karena pemerintahan yang tak kompeten.

Ia menyebut bahwa banjir terjadi akibat malpraktek tata kelola yang dilakukan Anies Baswedan.

Untuk itu, ia menyarankan agar Anies Baswedan tak perlu menyalahkan pihak lain atas banjir di Jakarta.

Apalagi Anies Baswedan sempat salah informasi sehingga menyebut kalau banjir di Jakarta adalah kiriman dari Bogor.

Pernyataan itu pun langsung dibantah oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

Kini, Anies Baswedan menyebut banjir di Jakarta merupakan kiriman dari Depok.

Faldo Maldini pun menyarankan Anies sebaiknya tak menyalahkan pihak lain, dan sebaiknya minta maaf saja pada warga.

Hal itu disampaikan Faldo Maldini di akun Twitternya.

"Banjir Jakarta jelas karena pemerintah DKI Jakarta yang tak kompeten.

Baca juga: Jakarta Banjir, Anies Dapat Kiriman Bunga Begini dari Wanita Emas

Baca juga: Anies Sebut Jakarta Banjir Karena Kiriman Air dari Bogor, Bima Arya: Volume di Jakarta yang Tinggi

Mau pakai alasan dari A sampai Z, ujung2nya pasti ini balik pada malpraktek tata kelola Pak Gub @aniesbaswedan.

Skrg, minta maaf saja pd warga dan terimakasih kpd yg sudah galang solidaritas," tulis Faldo Maldini.

Selain itu, ia juga membeberkan anggaran penanggulangan banjir DKI Jakarta di tahun 2018 dan 2019 yang sangat lemah.

"Objektif saja, serapan anggaran penanggulangan banjir di tahun 2018 dan 2019 sangat rendah.

Artinya, tidak banyak yang dikerjakan beberapa tahun belakangan.

Mau ngeles kayak apapun, ujung2nya orang akan pertanyaan itu," tulis Faldo Maldini lagi.

Ia juga menyebut bahwa sudah bisa terlihat jelas siapa yang harus bertanggung jawab pada banjir ini.

"Kita tidak usah banyak omong ttg teori tata kota, pasti lebih banyak masalah yg ketemu.

Matematika sederhana saja, kita sudah tau siapa yang harus bertanggung jawab atas "musibah" ini.

Saking kawatirnya, DPRD sampai bikinin pansus buat kawal Pak Anies," tulisnya.

Lantas, Faldo Maldini pun melaporkan penggalangan dana yang sudah ia lakukan bersama teman-temannya.

Baca juga: Bukan Bogor, Anies Baswedan Sebut Banjir di Jakarta Dampak Air Kiriman dari Depok

Baca juga: Anies Sebut Banjir Jakarta karena Curah Hujan Ekstrem, Ini Hasil Perbandingan dengan Januari 2020

"Laporan ya Pak Gub
@aniesbaswedan, 6 jam penggalangan dana, kami sudah kumpulkan lebih dari 33 juta.

Kami yakin penyalurannya bakal lebih cepat dari penyerapan anggaran banjir DKI," sindirnya.

Ia pun mengingatkan Anies Baswedan agar tidak tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang sangat buruk.

"Pak @aniesbaswedan pernah bilang, beliau gak peduli apa yang orang bilang, tapi lebih hirau apa yang akan ditulis sejarawan.

Kami harap Pak Anies tidak biarkan sejarawan mencatat Bapak sebagai pemimpin yang sangat buruk mengurus rakyatnya," tandasnya.

Anies Sebut Banjir Terjadi Karena Luapan Sungai Krukut

Banjir kembali menerjang Ibu Kota. Akibatnya sejumlah wilayah terendam pada Sabtu (20/2/2021).

Air bahkan menggenangi kawasan Kemang dan Jalan Sudirman.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, penyebab banjir di sisi Jalan Sudirman karena luapan Kali Krukut.

Tak hanya di Sudirman, luapan Kali Krukut juga menyebabkan banjir di Jalan Kemang, Jalan Widya Chandra, dan Jalan Tendean.

Anies menambahkan, luapan Kali Krukut ditengarai terjadi karena aliran sungai tersebut menampung penambahan debit air dari hujan lokal yang berasal dari Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Targetkan Banjir Jakarta Surut dalam 6 Jam, Anies : Alhamdulillah Kawasan Utama Tidak Terendam

Baca juga: Anies Baswedan Targetkan Genangan Air Surut dalam Waktu 6 Jam

Ini artinya, penambahan debit aiar bukan hanya berasal dari hujan yang terjadi di kawasan Kemang atau Jalan Sudirman saja.

"Jadi curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut yang melintang melintasi Sudirman. Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 milimeter per hari," ucap Anies, dilansir dari Kompas.com.

Kemudian lintasan airnya melewati dua sungai, yakni Kali Mampang dan Kali Krukut.
Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI lalu mengalir ke Jalan Sudirman.

Dia menyebut, jika hujan deras terjadi di kawasan Bogorm maka air akan melintasi Kali Cuiliwung.

Namun jika hujan deras terjadi di kawasan tengah atau Depok, maka air melewati sungai aliran tengah, yakni Kali Krukut.

Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, terendam banjir hingga 2 meter, Sabtu (20/2/2021), akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. (kanan) dan Foto banjir di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021).
Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, terendam banjir hingga 2 meter, Sabtu (20/2/2021), akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. (kanan) dan Foto banjir di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). (Twitter/Subo Family dan KOMPAS.com/IHSANUDDIN)

"Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok," tutur Anies.

Anies juga mengemukakan hal serupaketika meninjau kawasan Kemang, Minggu (21/2/2021) siang.

Saat itu ia sempat melihat aliran Kali Krukut bersama Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dan Sekretaris Pemerintah Kota Jakarta Selatan Munjirin.

Dia pun mengatakan, banjir di Jakarta pada akhir pekan kemarin cepat kering karena antisipasi yang telah dilakukan oleh jajaran Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta sedari awal sudah menentukan daerah-daerah yang berisiko.

Sehingga ketika terjadi banjir maka pompa dan tenaga pengawas langsung dikerahkan.

Menurut Anies, Jakarta sudah relatif normal dalam satu hari pasca-banjir.

Meskipun demikian, ia tak menampik masih ada wilayah di Jakarta yang digenangi banjir.

“Apakah 100 persen? Belum. Di kawasan Jakbar sekitar Kali Angke, di sana air kiriman dari hulu masih jalan. Itu yang masih mebuat terjadi genangan, tetapi insya Allah kita siap, dan saya imbau ke seluruh masyarakat untuk juga waspada seperti imbauan dari BMKG,” ujar Anies.

Banjir di Jakarta pada Sabtu kemarin mengakibatkan 342 RT di 113 RW tergenang banjir dan sejumlah warga mengungsi.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved