Breaking News:

Dua Pedagang Tanaman Hias di Bogor Nyambi Jualan Sabu, Ngakunya Buat Tambah-Tambah

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa kedua tersangka ini nyambi sebagai pengedar narkoba di wilayah Citayam.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Dua orang pedagang tanaman hias di Bogor berinisial SI (34) dan RT (36) ditangkap polisi karena nyambi jadi pengedar narkoba jenis sabu. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dua orang pedagang tanaman hias di Bogor berinisial SI (34) dan RT (36) ditangkap polisi karena edarkan narkoba jenis sabu.

Mereka ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor pada Senin (15/2/2021) lalu di kawasan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa kedua tersangka ini nyambi sebagai pengedar narkoba di wilayah Citayam.

"Kedua pelaku sudah mengedarkan narkotika selama 6 bulan," kata AKBP Harun dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (23/2/2021).

Saat beraksi, kedua tersangka ini melakukannya dengan modus sistem tempel.

"Barang bukti yang disita 5,11 gram sabu," kata Harun.

Sabu tersebut, kata Harun, didapat kedua tersangka dari pelaku HR yang kini masih diburu polisi atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

Saat ditanyai Kapolres, salah satu penjual tanaman hias yang nyambi jadi pengedar sabu ini mengaku baru pertama jadi pengedar dan alasannya adalah untuk tambahan penghasilan.

"Baru pertama kali, buat tambahan," ujarnya sambil tertunduk di hadapan polisi.

Diketahui, kedua tersangka ini merupakan bagian dari 23 tersangka narkoba yang ditangkap Polres Bogor dalam tiga pekan terakhir ini.

Para tersangka ini terlibat dalam 20 kasus narkoba yang berhasil diungkap.

Total barang bukti yang disita antara lain sabu seberat 70,09 gram dan ganja seberat 0,63 gram.

Para tersangka kasus narkoba ini dikenakan pasal 114 (1) dan atau pasal 111 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara dan denda maksimal Rp 8 Miliar.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved