Breaking News:

Rapat Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kota Bogor Soroti Kebijakan Ganjil Genap Kota Bogor

Data menunjukan bahwa kebijakan ganjil genap dan PPKM Mikro memberikan dampak bagi pengurangan mobilitas warga dan menurunnya kasus Covid-19.

Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya menghadiri rapat kerja bersama Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Bogor di Ruang Paripurna DPRD Kota Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya menghadiri rapat kerja bersama Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Bogor di Ruang Paripurna DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Senin (22/2/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya didampingi Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sementara rapat kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar.

Usai rapat, Bima Arya mengatakan bahwa pertemuan tersebut untuk menyelaraskan langkah-langkah penanganan Covid-19 di Kota Bogor antara Pemerintah Kota Bogor dan anggota dewan.

“Teman-teman dewan mengkritisi beberapa langkah, ada yang memang informasinya belum sampai, ada juga yang saya kira sangat baik untuk kita perkuat. Banyak pembahasan tadi memberikan penguatan untuk ganjil genap, dan disepakati untuk lebih fokus kepada dimensi ekonominya yang sama-sama akan kita lihat ya, pemberlakukan (ganjil genap) jam 9 pagi sampai jam 6 sore itu dimaksudkan untuk tetap menghidupkan ekonomi (tanpa menomorduakan dimensi kesehatan),” ungkap Bima Arya.

Data menunjukan bahwa kebijakan ganjil genap dan PPKM Mikro memberikan dampak bagi pengurangan mobilitas warga dan menurunnya kasus Covid-19.

Namun kebijakan ini juga berdampak pada sektor ekonomi.

Karena itu Satgas Covid 19 dan Forkopimda menyepakati untuk melanjutkan kebijakan ganjil genap setiap Sabtu, Minggu dan hari libur Nasional dengan pembatasan jam berlaku pada pukul 09.00-18.00 WIB.

Sehingga masih memberi ruang untuk aktivitas ekonomi. Kebijakan ini akan dievaluasi setiap dua pekan.

Bima menambahkan, dalam rapat tersebut juga dibahas tentang bagaimana kita menyiapkan skenario-skenario ke depan, seperti anggaran apa saja yang dibutuhkan dan penguatan-penguatan lain yang harus dilakukan.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved