Breaking News:

Tak Terima Istrinya Ditampar saat Tagih Utang, Pria Kalap Habisi Nyawa Pedagang Kripik Pisang

Polisi melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Warung Barokah Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Selatan

Polresta Denpasar/TribunBali
Rekonstruksi kasus pembunuhan pedagang keripik pisang di Warung Barokah Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali pada Senin 22 Februari 2021 pagi. 

Di adegan ke-2 dan ke-3, pelaku turun dari sepeda motor langsung ke pintu warung dan tersangka mengucapkan salam sebanyak dua kali.

Adegan ke-4 dan ke-5, pelaku melepas helm lalu menaruh di atas meja sebelah kanan depan warung.

Korban Sri Widayu membuka pintu warung lalu keluar langsung berkata "belum ada".

Di adegan ke-6, Basori Arifin berkata "terus kapan?" dijawab korban "kapan-kapan setelah punya uang". Kemudian pelaku berkata lagi, "jangan lama-lama saya juga ditagih oleh pengirim pisang saya dari Jawa. Ya ibunya berapa hari lagi mau bayar, biar saya tidak rugi bolak balik ke sini,".

Korban menjawab pertanyaan pelaku dengan nada tinggi dan ngomel-ngomel. Korban bilang kalau ada uang akan dianter ke warung pelaku.

Merasa tidak enak dengan suara keras korban, pelaku menyuruh istrinya untuk menanyakan ke korban perihal pembayaran utang tersebut.

Bukannya mereda, situasi malah makin memanas. Penyebabnya, korban menampar muka istri pelaku menggunakan tangan kanannya.

Padahal saat itu Titik hanya menanyakan janji berapa hari lagi mau dibayar, dan korban menjawab jika ada uang pasti dibayar.

Di adegan ke-7, pelaku melihat istrinya ditampar korban. Basori tidak terima lalu menyuruh istrinya untuk mundur.

Selanjutnya di adegan ke-8 istri dan anak 1,5 tahun yang digendong menangis. Titik lalu berjalan keluar ke arah utara untuk menenangkan sang anak.

Halaman
1234
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved