Breaking News:

Korupsi Hampir Rp 1 Miliar, Ini Daftar Proyek yang Anggarannya Disunat Mantan Kades Sukawangi Bogor

Mantan Kepala Desa (Kades) Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor berinisial EH ditetapkan sebagai tersangka

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Mantan Kepala Desa (kades) di Kabupaten Bogor berinisial EH ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Mantan Kepala Desa (Kades) Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor berinisial EH ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) setelah sebabkan kerugian negara hampir Rp 1 Miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Munaji menjelaskan bahwa tercatat ada 6 proyek yang disalahgunakan tersangka EH pada tahun anggaran 2019 lalu.

"Modus operandinya dalam penyalahgunaan keuangan dana Desa Sukawangi ini antara lain ada 6 item yang disalahgunakan," kata Munaji kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Kebanyakan merupakan proyek yang disalahgunakan ini merupakan proyek betonisasi jalan.

Pertama adalah kegiatan betonisasi Jalan Kampung Gombong dengan anggaran Rp 286.989.000 yang tidak terealisasi sepenuhnya.

"Kedua betonisasi Jalan Kampung Catangmalang Rp 300 juta lebih tidak terealisasi. Jadi memang anggarannya tidak digunakan sama sekali, tapi diambìl," papar Munaji.

Ketiga adalah proyek betonisasi Jalan Kampung Sukahurip Rp 190 juta lebih yang tidak terealisasi atau nol sama sekali.

Kemudian keempat betonisasi Jalan Kampung Sukahurip-Ciparingga Rp 217 juta lebih yang tidak terealisasi sepenuhnya dan masih sisa anggaran Rp 67 juta lebih yang diselewengkan tersangka.

"Kemudian rutilahu 11 rumah tidak terealisasi sepenuhnya, hanya 4 yang terealisasi, sisanya 7 unit atau senilai Rp 70 juta (disalahgunakan). Lalu bantuan keuangan Bumdes 2019 dari provinsi dari Rp 100 juta anggaran yang tidak terealisasi sebesar Rp 92 juta," kata Munaji.

Tindak korupsi yang dilakukan tersangka EH, kata Munaji, telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 905.000.863,76.

"Mengenai ancaman pidana, pasal 2 dan pasal 3 UU tipikor, ancamannya maksimal 20 tahun penjara," pungkas Munaji.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved