Breaking News:

Investasi Miras Jadi Perbincangan, Ini 15 Penyakit Berbahaya Akibat Konsumsi Minuman Alkohol

Keputusan Pemerintah soal investasi miras ini langsung mengundang penolakan dari masyarakat dan ormas agama

istock
ilustrasi minuman alkohol 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah resmi membuka keran investasi baru di bidang industri minuman keras (miras) di Indonesia melalui terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal mengenai investasi minuman beralkohol atau minuman keras ( miras).

Keputusan Pemerintah ini langsung mengundang penolakan dari masyarakat dan ormas agama seperti Muhammadiyah dan PBNU dan sejumlah partai politik pendukung Pemerintah seperti PPP.

Dari sudut ilmu kesehatan, kebiasaan mengonsumsi minuman keras sangat berisiko terhadap kesehatan tubuh.

Ahli gizi DR dr Tan Shot Yen menegaskan, minuman keras (miras) bisa menyebabkan kecanduan.

Selain itu dirinya juga mempertanyakan terkait apakah tubuh manusia juga membutuhkan alkohol?

Baca juga: RUU Minol Dibahas DPR RI, PAN Nyatakan Diri Dukung Larangan Minuman Beralkohol

Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas 2021 Terbaru, Cek Lengkap Harga Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta

"Begini aja. Tubuh butuh enggak alkohol? Jawabnya enggak. Karena itu, produk-produk bergula tinggi (gula juga bikin kecanduan) termasuk alkohol, di negara-negara maju dikenai pajak tambahan," ujar Tan seperti dikutip Kompas.com.

"Tujuannya agar harga menjadi amat mahal sehingga kelompok ekonomi lemah enggak beli. Sebab mereka kerap jadi sasaran industrinya," imbuhnya.

Tan menambahkan, selain narkoba, miras juga mampu membuat orang kehilangan kesadaran alias mabuk, dan tindakannya jadi tidak terkendali serta tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Saya bukan termasuk orang yang pro atau kontra RUU alkohol, sebab percuma saja ada UU- nya tapi di lapangan tidak ada kejelasan hukum. Paling-paling kalau pas ketangkep, nah sekarang ada pasalnya buat dijadikan perkara," kata Tan.

"Soal dampak positif, itu biasanya pembelaan sepihak yang pro. Sebab apa pun manfaat minol itu, emang enggak ada dari sumber pangan lain yang jelas-jelas sehat bahkan bisa dikonsumsi anak-anak saat tumbuh kembang?" imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved