Breaking News:

Nasib Pria yang Teriaki Paspampres Viral karena Tendang Temannya, Hapus Video : Saya Menyesal

Setelah berteriak 'viral', pengendara motor tersebut lantas kabur menggunakan sepeda motornya.

Instagram sahdilah
pengendara motor ditendang Paspampres 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- "Gila, gila, dapat lu di kamera tendang, lo tendang dapat di kamera lu, viral," teriak seorang pengendara motor ke arah Paspampres.

Teriakan viral ini menjadi hal lain yang diperbincangkan netizen atas peristiwa pengendara ditendang Paspampres.

Setelah berteriak 'viral', pengendara motor tersebut lantas kabur menggunakan sepeda motornya.

Diketahui bersama hari Minggu (21/2/2022) Paspampres melumpuhkan pengendara moge di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat.

Paspampres menendang seorang pengendara motor yang mengenakan switer kuning.

Paspampres mengambil tindakan itu karena rombongan motor berknalpot racing ini memasuki ring 1 Istana Kepresidenan.

Pengendara motor yang ditendang adalah Sahdilah.

Lewat akun Instagramnya, ia sempat membuat video menceritakan kronologinya.

"Gua ngeri juga knalpot racing gak ada spionnya makanya aduh, " katanya bicara di video.

Ia menekankan bahwa sama tak membela diri, terlebih menyalahkan petugas yang menendangnya.

"Dalam hal ini gua juga gak membenarkan, gua juga gak mau nyari pembelaan, gua juga tak menyalah akan aparat tersebut, gua juga tidak membenarkan kelakuakn gua, ini hanya sharing aja," katanya.

Ia menceritakan saat kejadian, rekan-rekannya berhasil memutar balik.

"Temen-temen berhasil puter balik," katanya.

Saat Sahdilah ambruk ditendang Paspampres, ada seorang pengendara dari kejauhan meneriaki Paspampres.

"Gila, gila, dapat lu di kamera tendang, lo tendang dapat di kamera lu, viral," teriak seorang pengendara motor ke arah Paspampres.

Dia adalah pemilik akun Instagram Jetliwandana2.

Ia juga pemilik akun Youtube Jetli Motovlog.

Lewat akun Instagramnya, Jetli juga sudah meminta maaf.

"saya atas nama pribadi meminta maaf kepada instansi2 terkait atas kejadian di Jl Veteran 3, saya menyesal dan untuk kedepanya tidak akan mengulangi hal tersebut.

Semua video yang berhubungan dengan kejadian tersebut telah saya takedown untuk maksud yang baik.

sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya ," tulisnya di akun Instagram.

Gerombolan pemotor ini rencananya akan melakukan klarifikasi.

Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan Polisi menjadwalkan pemanggilan pada pengendara motor tersebut.

"Iya kami sudah layangkan undangan hari Sabtu. Dan dia sanggupi datang (Senin ini)," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

pengendara motor ditendang Paspampres
pengendara motor ditendang Paspampres (Instagram sahdilah)

Namun, Fahri belum mengetahui jadwal pemeriksaan pengendara sepeda motor itu.

Pemeriksaan tersebut untuk mengklarifikasi peristiwa penerobosan oleh rombongan sepeda motor tersebut di ring 1 Istana Kepresidenan.

"Pokoknya dia datang hari ini. Saya tidak tahu datang jam berapa, kami tunggu saja. Pemanggilan ya untuk klarifikasi saja." ucap Fahri.

Melansir Kompas.com, sementara itu Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres) Letkol Inf Wisnu Herlambang menyebutkan, masalah yang ditimbulkan para pengendara motor di kawasan ring 1 telah selesai.
Para pengendara motor itu memang sempat dilumpuhkan oleh Paspampres karena menerobos jalan di belakang Istana Kepresidenan yang tengah ditutup.

Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan.

Paspampres menendang pengendara moge.
Paspampres menendang pengendara moge. ()

Namun, setelah diperiksa, para pengendara motor itu memang tak memiliki niat untuk membahayakan.

Mereka hanya berniat melintasi jalan tersebut untuk konvoi sunday morning ride (Sunmori).

"Mereka menerobos kawasan ring 1, ya kami tindak. Setelah diperiksa memang tidak ada niat untuk membahayakan, ya sudah (masalahnya) selesai," kata Wisnu kepada Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Oleh karena itu, Wisnu menilai para pengendara motor yang menerobos kawasan ring 1 itu tidak perlu lagi meminta maaf atas perbuatan yang mereka lakukan.

"Untuk apa lagi minta maaf. Kan saat kejadian sudah ada yang diperiksa anggota kami. Kami edukasi. Kami berikan teguran kepada mereka," kata Wisnu.

Wisnu pun mengaku, setelah kejadian itu, pihaknya tidak pernah berkomunikasi lagi dengan para pengendara tersebut.

Menurut Wisnu, yang terpenting, para pengendara motor itu tak mengulangi perbuatannya lagi.

Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved