Breaking News:

Vaksinasi Covid

Titer Antibodi Melimpah, Bima Arya Pilih Tunda Vaksinasi: Beri Kesempatan ke yang Lebih Membutuhkan

Bima Arya mengaku dirinya ingin memberikan edukasi kepada para penyintas Covid-19.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bima Arya Sugiarto ketika melaksanakan vaksinasi kepada Pelayan Publik dari ASN Kota Bogor, Anggot DPRD Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang dijadwalkan menerima vaksinasi tahap dua dengan sasaran pelayan publik di Puri Begawan, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor Senin (1/2/2021).

Namun ia lebih memilih menunda mendapatkan vaksin tersebut.

Penundaan untuk menerima vaksin tersebut dikarenakan titer antibody Bima Arya Sugiarto masih melimpah, sehingga dirinya memilih untuk menunda vaksinasi dan memberikan vaksin kepada yang lebih membutuhkan.

Bima Arya mengaku dirinya ingin memberikan edukasi kepada penyintas Covid-19.

Dari surat edaran Kementerian Kesehatan penyintas Covid-19 bisa menerima vaksin setelah tiga bulan sembuh dari Covid-19 karena secara klinis atau medis tidak memberikan efek samping.

"Namun saya ingin memberikan contoh saya dicek darah secara keseluruhan dan dicek khusus antibodi-nya Alhamdulillah secara khusus tidak ada efek Covid tidak ada efek samping efek  dan lain-lain aman tapi disitu dilihat bahwa antibodi saya masih sangat tinggi jadi titernya itu 197," katanya.

Bima Arya juga sempat heran saat mengetahui titer antibodynya masih cukup tinggi padahal dirinya sudah satu tahun menjadi alumni Covid-19 sebagai pasien 01 di Kota Bogor.

Kata Bima, Ada dua kemungkinan yang menyebabkan titer antibodynya masih tinggi.

"Iya ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama memang kondisi fisik masih bagus setahun masih tinggi karena banyak orang tiga bulan sudah hilang atau kemungkinan kedua mungkin tanpa diketahui saya pernah reinfeksi sehingga sempat turun reinfeksi kemudian naik lagi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved