Breaking News:

Jadi Tersangka karena Unggah Dugaan Pungli di Sekolah, Begini Nasib Terkini Siswa SMA

Sujud Alif mengatakan kasus itu sempat diproses dengan pasal pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.

Net
Ilustrasi Pungli 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus unggahan berisi dugaan pungutan liar (pungli) Program Indonesia Pintar (PIP) oleh guru SD di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, berakhir damai.

Setelah sempat dijadikan tersangka, pelajar SMA berinisial SN yang mengunggah kabar dugaan pungli itu bebas dari ancaman hukum.

Sebab, sang pelapor, guru SD berinisial WUN akhirnya mencabut laporannya.

"Kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai," ujar Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (2/3/2021) malam.

Bagaimana kasus bermula?

Peristiwa itu bermula ketika SN mendengar cerita dari ibunya, MMT.

Ia mendengar bahwa uang PIP adiknya yang bersekolah di SD Bestobe sebesar Rp 450.000 dipotong Rp 25.000 oleh guru berinisial WUN.

"Mama tua saya punya bilang yang tadi kami print itu empat ratus lima puluh ribu. Tapi dua puluh lima ribu itu dipotong kasih di tanta Frida (Guru SDN Bestobe. Red)," kata SN, dikutip dari Pos-Kupang, Senin (22/2/2021).

"Jadi, itu uang dikumpulkan ke tanta MWSM, baru di serahkan ke ibu WUN," lanjut SN.

SN lalu berinisiatif mengabarkan kejadian itu ke sebuah grup Facebook pada 16 Juli 2020.

Halaman
123
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved