Kenapa Motor Matik Honda Beat Selalu Jadi Primadona Kawanan Pencuri ?, Ini Kata Polisi

Sekian banyak motor hasil curian yang berhasil disita polisi dari pengungkapan kasus curanmor, motor matik selalu mendominasi.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Motor matik Beat jadi target favorit kawanan pelaku curanmor di Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sekian banyak motor hasil curian yang berhasil disita polisi dari pengungkapan kasus curanmor, motor matik selalu mendominasi.

Seperti di Polres Bogor yang mana dalam 10 hari terakhir berhasil menangkap 60 orang pelaku curanmor di wilayah Bogor dan disita barang bukti 134 kendaraan hasil curian yang mana 124 unit diantaranya motor roda dua.

Dari sekian banyak motor hasil curian yang disita dari tangan para pelaku curanmor dan penadah ini, paling banyak adalah motor matik Beat dibandingkan dengan motor curian Ninja, Nmax, Mio, Satria dan yang lainnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Handreas Ardian mengatakan bahwa ada beberapa faktor kemungkinan kenapa motor matik Beat jadi sasaran favorit kawanan pelaku curanmor.

Misalnya adalah keamanan, untuk itu para pemilik selalu diimbau untuk memakai kunci ganda ketika sedang memarkir kendaraannya.

"Bisa jadi faktor itu, mudah dicuri," kata AKP Handreas Ardian kepada TribunnewsBogor.com di Mapolres Bogor, Kamis (4/3/2021).

Kemungkinan lain, kata dia, bisa terjadi karena pengguna motor Beat cukup banyak sehingga ketika pelaku mendapat kesempatan untuk beraksi, peluang yang didapat pelaku adalah sasaran motor merk ini.

Faktor peminat pembeli atau demand, kata dia, juga bisa menjadi alasan para pelaku menyasar motor ini karena laku untuk dijual kembali dengan harga yang diharapkan para pelaku dan penadah.

Motor Beat curian ini, kata dia, dijual kembali oleh pelaku dengan harga kisaran Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

"Kemudian pasti faktor demand-nya ya, orang-orang pengennya itu. Jarang orang mencuri motor Harley, kalau dia curi, dia ngebuangnya ke mana ?," ungkap Handreas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved