Breaking News:

Kisruh Partai Demokrat

Moeldoko Kudeta AHY Lewat KLB Sumut, Saiful Mujani : Demokrat Mati di Tangan Pejabat Negara

Bila Yasonna Laoy mengakui kepengurusan Moeldoko, maka menurut Saiful Mujani nasib Demokrat benar-benar diujung tanduk.

Kompas TV / Kompas.com
AHY menanggapi pemilihan Moeldoko sebagai ketum lewat KLB Sumut 

"akibatnya, 2024 Demokrat bisa menjadi seperti Hanura sekarang, yang hilang di parlemen setelah Wiranto tak lagi mimpin partai itu." tulis Mujani.

Jika seperti itu, kata Mujani, berarti gol Moeldoko hanya untuk membunuh Partai Demokrat.

Menurut Mujani, implikasi yang terjadi adalah tercorengnya citra pemerintahan Jokowi.

"Hasil akhir dari manuver KSP Moeldoko ini adalah membunuh PD. Demokrat mati di tangan seorang pejabat negara.

backsliding demokrasi Indonesia makin dalam, dan ini terjadi di bawah Jokowi yang ironisnya ia justeru jadi presiden karena demokrasi." tulis Saiful Mujani.

Moeldoko terpilih jadi Ketum Partai Demokrat versi KLB di Deliserdang
Moeldoko terpilih jadi Ketum Partai Demokrat versi KLB di Deliserdang (Kompas TV/Kompas.com)

Mujani mengatakan sebenarnya Presiden Jokowi memiliki kewenangan menghentikan 'ulah' Moeldoko.

Meski begitu semuanya kembali lagi pada Jokowi.

"Pelemahan demokrasi ini bisa dihentikan dengan mencegah negara ikut campur internal partai sebagai pilar utama demokrasi.

Presiden punya wewenang lebih dari cukup untuk menghentikan kemerosotan demokrasi ini.

Tapi ini sebagian tergantung pada komitmen presiden u demokrasi." tutup Saiful Mujani.

Halaman
1234
Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved