Breaking News:

Pernah Sebut Tak Percaya Covid-19, Presiden Tanzania Kini Menghilang Secara Misterius

Pada 22 Maret 2020, Presiden berusia 61 tahun itu memberikan pidato di Dodoma dan mengeklaim pandemi takkan bisa menyakiti Tanzania

Sumber: AFP / SIMON MAINA
Presiden Tanzania John Magufuli saat berkunjung ke Kenya pada 2016. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Presiden Tanzania John Magufuli, keberadaannya kini menjadi misteri setelah terakhir muncul di depan publik pada 27 Februari.

Magufuli yang mengaku tak percaya Covid-19 ini terakhir terlihat saat menghadiri acara pengambilan sumpah menteri luar negeri di Dar Es Salaam.

Magufuli yang menjabat presiden Tanzania sejak 2015 itu memang jadi sorotan akibat sikapnya yang tidak mempercayai wabah Covid-19.

Meski begitu, Tanzania pada 16 Maret 2020 sebenarnya melaporkan adanya kasus persana Covid-19. Namun, Magufuli menganggapnya enteng.

Pada 22 Maret 2020, Presiden berusia 61 tahun itu memberikan pidato di Dodoma dan mengeklaim pandemi takkan bisa menyakiti Tanzania yang mayoritas beragama Kristen.

"Virus corona itu seperti Iblis, tidak akan bisa menembus tubuh (Yesus) Kristus. Dia akan terbakar seketika," klaimnya.

Lalu pada Juni 2020, Magufuli mengumumkan bahwa negara dengan populasi 60 juta itu sudah “bebas”dari wabah berkat doa yang dilakukan selama tiga hari.

Di kala negara-negara tetangga di Afrika memperketat perbatasan, dia menolak memberlakukan lockdown dan menyerukan bahwa para wisatawan dunia aman saat berkunjung ke negaranya.

Baca juga: Ogah Disebut Ganteng, Rafathar Malah Bilang Ini soal Wajahnya, Syahnaz Syok : Gak Kayak Papa Mamanya

Tak hanya itu, ketika alat tes Covid-19 mulai datang, magufuli dengan tegas menolak dan mengatakan alat itu adalah kegagalan.

Dalam klaimnya, ia menyebut alat tes itu memberikan hasil positif untuk kambing serta buah pepaya.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved