Mayat dalam Plastik

Punya Stok Plastik Hitam, Polisi Sebut Ada Indikasi Rian Sempat Buru Wanita Lainnya untuk Dibunuh

Ada indikasi bahwa tersangka ini masih akan memburu perempuan lainnya dengan cara dijebak lalu dibunuh.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Istimewa TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kasus pembunuhan berantai di Bogor terungkap. Pelaku bawa korban pakai ransel gunung sebelum akhirnya korban dibuang. 

Laporan Wartawan Bogor.com'>Tribunnews Bogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Tersangka MRI (21) pembunuh berantai siswi SMA dan janda muda di Bogor rupanya masih memiliki stok plastik sampah hitam pasca melakukan pembunuhan dan membuang jasad dua orang korbannya.

Plastik trashbag hitam ini sempat digunakan pelaku untuk membungkus jasad siswi SMA inisial DP (18) yang dia bunuh untuk kemudian dibuang di pinggir jalan di kawasan Cilebut, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Ada indikasi bahwa tersangka ini masih akan memburu perempuan lainnya dengan cara dijebak lalu dibunuh.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat mendatangi tempat pembuangan mayat korban kedua di Jalan Trobosan, jalan alternatif ke Puncak Bogor kawasan Gunung Geulis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (11/3/2021).

"Kalau kami melihat ada satu plastik hitam lagi yang belum digunakan maka kami menduga ada indikasi untuk menyiapkan terkait dengan perbuatan berikutnya," kata Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Terkait jumlah korban yang dibunuh pelaku, sejauh ini ada dua orang perempuan yakni siswi SMA berinisial DP (18) dan janda muda berinisial EL (23).

Polisi masih akan mendalami kasus tersebut untuk memastikan apakah ada korban lainnya dalam perkara pembunuhan berantai atau serial killer ini.

"Kami masih akan mendalami yang akan kami angkat dari jejak-jejak digital dari handphone tersangka termasuk lingkungan dan sebagainya, kita dalami lagi," kata Susatyo.

Diberitakan sebelumnya, setelah sepekan lebih akhirnya polisi menangkap pelaku pembunuh siswi SMA berinisial DP yang ditemukan dalam plastik sampah di Jalan Raya Cilebut, Tanah Sareal, Kota Bogor pada 25 Februari lalu.

Pelaku ini pemuda berinisial MRI (21) yang ditangkap polisi di persembunyiannya di Depok pada Rabu (10/3/2021) sekitar 19.30 WIB malam.

Penangkapan pelaku ini juga sekaligus mengungkap misteri kematian janda muda berinisial EL (23) yang mayatnya ditemukan di pinggir Jalan Trobosan yang merupakan jalan alternatif Puncak, kawasan Gunung Geulis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Rabu (10/3/2021) pagi kemarin.

"Tidak hanya sekitar dua minggu melakukan (pembunuhan), kemudian tersangka kembali melakukan," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Dia menjelaskan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan modus yang sama kepada kedua korban yakni diawali dengan berkenalan via media sosial dan mengajak bertemu dengan iming-iming sejumlah uang.

Korban dan pelaku berkencan di penginapan kemudian dibunuh dengan cara yang sama yakni dengan cara dicekik oleh tersangka dan barang-barang korban dirampas.

"Kami sampaikan, ini dengan modus yang sama," kata Susatyo.

Mayat korban dimasukan ke dalam tas gunung atau tas carrier untuk kemudian dibuang ke pinggir jalan.

Susatyo menyebut bahwa kasus ini merupakan pembunuhan berantai.

"Ini adalah termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuhan berantai dan ada kecendrungan untuk menikmati dengan meninggalnya korban tersebut," kata Susatyo.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved