Jangan Beli di Olshop dan Lakukan Tes Antigen Covid-19 Sendiri, Pakar Ingatkan Bahaya Ini

ideo di media sosial TikTok yang merekam seseorang tengah mencoba menggunakan alat tes swab antigen yang dibelinya secara daring

kolase
ilustrasi alat tes antigen di olshop 

Setiap produk harus dievaluasi setiap 3 bulan oleh Litbang Kemenkes dan lembaga independen yang ditetapkan oleh Kemenkes.

Alat kesehatan yang telah mendapat izin edar, semuanya tercatat dalam infoalkes.kemenkes.go.id.

Akan tetapi, masyarakat tidak bisa sembarangan membeli alat kesehatan.

Untuk alat kesehatan seperti alat tes rapid antigen, tidak boleh dibeli dan dipakai secara mandiri.

Tidak pakai APD

Aryati menjelaskan, salah satu syarat pengambilan sampel saat tes adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas.

"Kami selalu tekankan, hati-hati mengambilnya harus pakai APD yang sesuai," kata dia.

Tujuan menggunakan APD adalah mencegah risiko penularan virus. Jika pengambilan sampel dilakukan sendiri, kemungkinan besar mereka tidak mengenakan APD.

"Tujuannya supaya nanti pas ngambil, ada potensi-potensi aerosol yang bisa kena ke yang ngambil. Itu yang harus diperhatikan," tutur Aryati.

Penjualan online memberi peluang masyarakat melakukan tes sendiri, tanpa memperhatikan penggunaan APD.

Hal ini dapat meningkatkan risiko penularan.

Tempat tes Pada Agustus 2020 lalu, pemerintah sempat menetapkan ketentuan tempat pengambilan sampel untuk tes Covid-19, yaitu menggunakan bioseptilab.

Bioseptilab menerapkan protokol ketat dan tidak boleh ada sembarangan orang masuk.

Kini protokol lebih longgar, asalkan sirkulasi udara baik dan tidak berkerumun. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved