Breaking News:

Kronologi Warga Kota Bogor Terpapar Corona B.1.1.7, Sempat Sembuh Pasca Pulang dari Afrika

Seorang pria warga Kota Bogor yang terpapar virus corona B.1.1.7 rupanya sempat dinyatakan bebas dari Covid-19.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Seorang pria warga Kota Bogor yang terpapar virus corona B.1.1.7 rupanya sempat dinyatakan bebas dari Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan bahwa diketahui adanya warga terpapar virus corona varian baru ini berawal dari tes secara acak tes genome sequencing warga terpapar yang pernah ke luar negeri.

Berdasarkan hasil tes secara acak ini ditemukan satu orang yang ternyata warga Kota Bogor.

"Warga Kota Bogor ini tinggal di luar negeri di negara Afrika sana, bekerja di sana, pulang ke Indonesia 31 Januari. Kemaudian transit dulu di Dubai sehari, sampai di Indonesia tanggal 1 Februari 2021," kata Retno kepada wartawan, Rabu (17/3/2021).

Sesuai ketentuan bagi warga yang baru pulang dari luar negeri, orang tersebut diperiksa dengan tes PCR dan hasilnya positif Covid-19 namun tanpa gejala.

Kemudian dia diisolasi dan menjalani penanganan selama di wisma atlet selama 10 hari.

Kemudian pasien tersebut pulang ke Bogor pada 13 Februari dan sempat isolasi mandiri di rumah kemudian diswab antigen hasilnya negatif lalu tes diulang lagi tanggal 27 hasil PCR-nya negatif.

"Jadi ketika dia dinyatakan sembuh di rumah setelah dari wisma atlet, dites, isolasi, baru dia berinteraksi dengan anggota keluarga," kata Retno.

Sementara itu Litbangkes melakukan upaya-upaya pencegahan, screening terhadap semua warga yang masuk dari luar negeri yang hasil PCR-nya positif dilakukan secara acak untuk dilakukan pemeriksaan genome sequencing yang hasilnya ada yang terpapar B.1.1.7 kebetulan warga Kota Bogor.

Lanjut Retno, menurut Kementrian Kesehatan, warga Kota Bogor ini merupakan kasus ke-7 di Indonesia penderita B.1.1.7 yang secara acak diperiksa.

"Hasilnya baru diketahui 13 Maret kemaren, tanggal 15 Maret Kemenkes melakukan surveilence ke lokasi. Pasiennya sendiri tanggal 1 Maret sudah kembali lagi ke negara sana (Afrika) bekerja," katanya.

Kemenkes pun sudah melakukan tracing penelusuran yang mana didapati ada 16 orang kontak erat dengan pasien tersebut.

Para kontak erat dengan warga yang bekerja di Afrika ini juga langsung dilakukan tes swab.

"Dari Kemenkes sudah diambilnswab sambil menunggu hasilnya. Selanjutnya saya menunggu arahan dari Kemenkes," pungkasnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved