Breaking News:

Jalur Puncak 2 untuk Atasi Kemacetan Belum Juga Terwujud, Bupati : Tak Ada Solusi Lain

Namun, pembangunan jalan alternatif untuk memecah kemacetan di Jalan Raya Puncak ini tak kunjung terwujud.

Ist
Rombongan Komisi V DPR RI meninjau langsung proyek Jalur Puncak 2 yang tak kunjung rampung di Kabupaten Bogor, Kamis (18/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sampai berkali-kali melakukan peninjauan Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalur Puncak II.

Termasuk pula Bupati Bogor Ade Yasin yang sudah berkali-kali meninjau langsung ke lokasi.

Namun, pembangunan jalan alternatif untuk memecah kemacetan di Jalan Raya Puncak ini tak kunjung terwujud.

Kali ini pun giliran kunjungan Komisi V DPR RI yang diharapkan bakal memberi kabar baik.

"Jalur Puncak 2 ini perencanaannya dilakukan sejak tahun 2010," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).

Ade Yasin menjelaskan, rencana pembangunan Jalur Puncak II masuk dalam rencana strategis nasional karena mencakup 4 wilayah kabupaten yakni Kabupaten Bogor, Cianjur, Bekasi dan Karawang.

Serta terintegrasi dengan 3 provinsi yaitu Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Jalur Puncak II sepanjang 56,25 Kilometer akan  menghubungkan antara Sentul yang berada di akses pintu Tol Jagorawi dengan Istana Cipanas yang berada di Jalan Nasional Puncak-Cianjur serta Cariu yang berada di Jalan Provinsi Ruas Transyogi.

"Jalur Puncak 2 ini harus segera terbangun, karena memang mendesak, masalah kemacetan Puncak ini tidak ada solusi selain dibangunnya Jalur Puncak 2," katanya.

Ade pun meminta dukungan DPR RI agar PUPR pusat mau membangun Jalur Puncak 2 ini.

Terpisah, Ketua Rombongan Komisi V DPR RI, Mulyadi mengatakan bahwa kunjungan atau peninjauan lapangan dilakukan sebagai bentuk komitmen Komisi V DPR RI untuk mendorong realisasi anggaran Pembangunan Jalur Puncak 2 dalam APBN Tahun 2022.

"Kita akan terus kawal mulai dari proses APBN yang akan diusulkan dalam rencana kerja, kemudian dibahas di internal Komisi V DPR RI supaya pembangunan jalur Puncak 2 ini jadi prioritas," ungkap Mulyadi.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved