Breaking News:

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tamansari Tebar Puluhan Lele di Jalan Raya Sebagai Bentuk Protes

Koordinator aksi, Mardi mengatakan bahwa kondisi jalan yang rusak parah tersebut mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Sebanyak 25 kilogram ikan lele diletakkan warga Kampung Sinar Wangi, Desa Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor di Jalan Raya Curug Nangka yang mengalami kerusakan cukup parah. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAMANSARI - Sebanyak 25 kilogram ikan lele diletakkan warga Kampung Sinar Wangi, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor di Jalan Raya Curug Nangka yang mengalami kerusakan cukup parah.

Aksi meletakkan ikan lele di jalan raya tersebut merupakan ekspresi kekecewaan warga Kampung Sinar Wangi terkait jalan yang tidak kunjung dibetulkan selama bertahun-tahun.

Koordinator aksi, Mardi mengatakan bahwa kondisi jalan yang rusak parah tersebut mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Ini ekspresi kekecewaan warga Kampung Sinar Wangi, Desa Sukajaya, Tamansari, RT 05/06, Kabupaten Bogor yang bertahun-tahun jalan raya belum diperbaiki. Bahkan, di sini kerap terjadi kecelakaan pada siang maupun malam hari," ujarnya, Jumat (19/3/2021).

Lebih lanjut, Mardi menjelaskan bahwa dia bersama Karang Taruna Desa Sukajaya kerap menyampaikan usulan terkait perbaikan jalan rusak.

"Padahal sudah beberapa kali saya sampaikan di rapat bersama Karang Taruna juga. Jalan rusak ini sudah rusak selama empat tahun dan belum diperbaiki," tegasnya.

Sementara itu, terkait ikan lele yang diletakkan dikubangan air di jalan rusak tersebut memiliki makna tersendiri bagi warga yang melakukan aksi.

"Diletakkannya ikan lele itu bermakna apa layak kondisi jalan raya yang rusak ini seperti kolam ikan. Maka dari itu kami sebagai masyarakat membuat aksi seperti ini agar pemerintah memperhatikan kondisi jalan yang memprihatinkan," tegasnya.

Dalam aksi yang dilakukan, Mardi membeberkan bahwa warga meletakkan ikan lele dengan jumlah berat mencapai puluhan kilogram.

"Ikan lele yang ditebar di kubangan air akibat jalan rusak tersebut jumlahnya 25 Kg dan ada ikan lele yang berukuran jumbo 8 kg," paparnya.

Mardi berharap agar semua unsur pemangku kebijakan dapat segera memperbaiki jalan rusak yang dikeluhkan banyak pihak.

"Tolonglah semua pihak, termasuk Taman Nasional. Jangan hanya mungut biaya tiket saja. Tapi jalan akses utama warga tidak diperhatikan. Kita juga bayar pajak, tolonglah ini diperhatikan. Pajak kan kita bayar, maka perbaikan jalan seharusnya hak kita," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved