Breaking News:

Pemerintah Gencarkan Vaksin, PT Indocement Optimis Bisa Kembali Bangkit di Tahun Ini

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk optimis idustri semen tahun ini bisa kembali bangkit usai dihantam pandemi Covid-19.

Editor: Damanhuri
istimewa
Direktur PT Indocement, Antonius Marcos saat paparan dalam webinar di Citeureup, Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk optimis idustri semen tahun ini bisa kembali bangkit usai dihantam pandemi Covid-19.

Pasalnya, sejumlah sekot ekonomi terkena dampak cukup besar akibat pamdemi yang terjadi sejak tahun 2020 lalu.

Direktur PT Indocement, Antonius Marcos meyakini, jika beberapa kebijakan pemerintah seperti pembentukan sovereign wealth funds (SWF), kredit kepemilikan rumah (KPR) bunga rendah, dan PPN 0 persen untuk kepemilikan rumah jenis tertentu menjadi katalis positif bagi industri semen.

"Pertumbuhan konsumsi semen yang lebih kuat akan terjadi pada semester kedua tahun ini, khususnya semen curah dengan dimulainya beberapa proyek besar baik infrastruktur, pembangunan pabrik-pabrik baru, proyek smelting dan pembangunan kawasan industri dan pariwisata baru serta proyek-proyek perumahan dari berbagai developer," ujarnya saat paparan dalam webinar di Citeureup, Bogor.

Ia melanjutkan, saat ini PT Indocement Tunggal Prakarsa mulai mengalami peningkatan permintaan produksi semen seiring vaksinasi dan penurunan kasus penularan COVID-19 secara nasional.

"Industri semen sudah mulai menunjukkan peningkatan permintaan semen di mana pada bulan Februari telah bertumbuh positif 1 persen YoY (year over year) untuk pertama kalinya sejak pandemi," kata Antonius Marcos.

Menurutnya, sejak awal tahun 2020 industri semen diterpa berbagai tantangan, mulai dari lebatnya hujan di awal tahun, kemudian disusul pandemi COVID-19.

"Keseluruhan pertumbuhan ekonomi termasuk industri semen berada pada titik terendah selama triwulan kedua saat awal pandemi dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," terangnya.

Marcos menyebutkan, pemulihan mulai terjadi secara gradual di paruh kedua tahun 2020, walau relatif lambat yang disebabkan oleh kasus baruCOVID-19 harian yang masih meningkat seiring dengan berjalannya pembatasan mobilitas.

Pada awal tahun 2021 pun menurutnya industri semen masih tertekan karena siklus tahunan musim hujan dan meningkatnya kasus COVID-19 pascalibur akhir tahun.

"Namun dengan cuaca yang lebih kering dan kecenderungan penurunan kasus baru harian belakangan ini, termasuk proses vaksinasi yang sudah mulai berjalan sejak Januari, kondisi permintaan membaik," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved