Breaking News:

Tak Terima Dipotong, Munarman Bentak Jaksa Saat Sidang Rizieq Shihab : Jangan Dibuat Tidak Tertib

Mulanya Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa mempersilakan kubu tim hukum Rizieq untuk menyampaikan pendapat setelah jaksa selesai bicara.

Editor: Ardhi Sanjaya
Tribun Bali
Juru bicara (jubir) Front Pembela Islam (FPI) Munarman usai memenuhi panggilan Dit Reskrimsus Polda Bali, Senin (30/1/2017). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Munarman sempat bersitegang dengan jaksa penuntut umum (JPU) di tengah sidang lanjutan kasus dugaan penghasutan, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (23/3/2021).

Mulanya Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa mempersilakan kubu tim hukum Rizieq untuk menyampaikan pendapat setelah jaksa selesai bicara.

Saat giliran Munarman memberi tanggapan, tiba - tiba ucapannya dipotong jaksa.

"Terdakwa sebagaimana disampaikan di awal terdakwa siap membacakan eksepsi atau nota keberatannya bila di ruangan ini. Jadi kami mohon betul bisa diskors atau ditunda hari lain supaya kita bisa memutuskan dengan kepala dan hati yang dingin. Saya kira itu yang paling bijak lah untuk hari ini," kata Jaksa, Selasa.

Sontak Munarman yang tak terima diselak dan dipotong, ia tiga kali mengingatkan jaksa bahwa saat itu adalah giliran tim hukum Rizieq bicara. Munarman minta jaksa tertib aturan.

"Tunggu dulu jaksa penuntut umum, ini giliran saya, ini giliran saya, ini giliran saya. Saudara diam. Tertiblah ya dari tadi kita sudah tertib, jangan dibuat tidak tertib," ucap Munarman.

Menengahi perdebatan antar kedua pihak, Hakim Ketua Suparman minta tim hukum Rizieq dan jaksa menahan diri. Hakim kemudian memutuskan sidang ditunda untuk jeda istirahat, salat dan makan.

"Tolong menahan diri ya kedua belah pihak," tutur Suparman.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bicaranya Dipotong, Munarman Bentak Jaksa: Ini Giliran Saya, Saudara Diam!

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved