Breaking News:

Harga Cabai di Bogor Meroket 4 Kali Lipat, Ini Penyebabnya Menurut Pakar IPB

Beberapa pekan jelang puasa Ramadhan 2021, harga cabai di Bogor melambung hingga sampai 4 kali lipat dari harga normal.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Jelang bulan suci ramadhan 2021, harga cabai di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor melambung tinggi. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Beberapa pekan jelang puasa Ramadhan 2021, harga cabai di Bogor melambung hingga sampai 4 kali lipat dari harga normal.

Seperti di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, harga cabai rawit merah berada di angka Rp 120 ribu per 1 kg, Jumat (26/3/2021).

Padahal menurut pedagang, harga jual normal biasanya per 1 kg di angka Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.

Menurut Pakar Agribisnis IPB University Dr Feryanto, sejauh ini apabila dilihat dari supply dan demand, demand atau permintaan masih tergolong stabil.

"Tetapi memang pada bulan tertentu seperti menjelang bulan puasa dan hari besar keagamaan, permintaannya naik sampai 15 persen,” kata Feryanto.

Sementara dari sisi supply, dia menilai terdapat permasalahan produksi yang mana pada akhir tahun 2020 produksi cabai cenderung turun akibat mundurnya masa tanam cabai imbas curah hujan yang tinggi.

Baca juga: Jelang Puasa Ramadhan, Harga Cabai di Pasar Cibinong Bogor Naik 4 Kali Lipat

Supply chain untuk komoditas cabai turut menyumbang kenaikan harga cabai karena masih banyak hambatan-hambatan di daerah sentra produksi cabai seperti terbatasnya transportasi dan sistem penanganan pascapanen yang belum optimal.

“Penanganan pascapanen cabai saat ini belum bisa meminimalisir kehilangan hasil yang masih sangat tinggi. Dari sini kemudian penjual itu menaikkan harga cabai karena penyusutannya sangat tinggi,” kata Dr. Feryanto.

Dia menyarankan supaya Kementerian Pertanian dapat berkolaborasi dengan petani di daerah sentra dalam menetapkan kalender tanam cabai serta bekerja sama dengan BMKG untuk memetakan cuaca demi mengantisipasi gagal panen.

"Jangan sampai daerah-daerah sentra itu menanam serentak, kalau sampai menanam serentak, dapat dipastikan harganya akan jatuh,” tambahnya.

Feryanto juga menekankan tentang pentingnya manajemen pascapanen yang baik atau disiasati dengan menyimpan cabai kering supaya lebih tahan lama sebanyak 40 persen untuk industri dan sisanya 60 cabai segar untuk masyarakat.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved