Breaking News:

Dua Pekan Jelang Puasa, Harga Daging Sapi dan Cabai Rawit Merah di Pasar Ciseeng Bogor Melonjak

harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor, mengalami kenaikan.

TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Suasana area Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor, dua pekan jelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISEENG - Dua pekan menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor, mengalami kenaikan.

Terbaru, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang harganya mengalami kenaikan yakni daging sapi dan cabai rawit merah.

Penjual daging sapi di Pasar Ciseeng, Muhtadin mengatakan bahwa kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak awal Maret 2021 lalu, di mana saat ini harga daging sapi mencapai Rp 130 ribu per kilogram (kg).

"Harga daging sapi jelang bulan puasa terus mengalami kenaikan. Sepertinya harga daging sapi saat ini akan bertahan sampai menjelang hari raya Idul Fitri nanti. Saat ini per kilogram Rp 130 ribu," ujarnya.

"Kalau di Pasar Ciseeng ya segitu harganya. Bahkan kalau di Pasar Tanah Abang, Palmerah Jakarta, sat ini harganya sudah menembus angka Rp 150 ribu," tambahnya.

Muhtadin menjelaskan bahwa pasokan daging sapi lokal yang sedikit membuat harga menjadi tinggi hingga berpengaruh kepada daya beli masyarakat.

"Kalau kenaikan harga itu terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Saat ini pasokan daging sapi lokal memang sedikit. Jadi harga terus naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun karena tingginya harga," ungkapnya.

Selain daging sapi, cabai rawit merah pun harganya mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan 1443 H.

Penjual sayur, Yani menjelaskan bahwa cabai rawit merah harganya naik hampir dua kali lipat.

"Harganya masih tinggi khususnya cabai rawit merah atau cabai rawit setan. Saat ini harganya mencapai Rp 120 ribu. Padahal, harga normalnya Rp 60 ribu Per kilogramnya," jelasnya.

Yani membeberkan bahwa yang menyebabkan naiknya harga cabai rawit merah itu akibat sedikitnya pasokan dan juga dipengaruhi cuaca.

"Kenaikan harga cabai rawit merah itu diakibatkan karena pasokan cabai sedikit. Kemudian faktor lainnya yang menyebabkan tingginya harga cabai rawit merah lantaran cuaca yang kurang bersahabat," bebernya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved