Breaking News:

Viral Video Kades di Bogor Joget Dangdut di Ruangan, Ini Klarifikasinya

Kepala Desa Ciaruten Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Supandi angkat suara mengenai video yang beredar tersebut.

TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Kepala Desa Ciaruten Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Supandi angkat suara mengenai video yang beredar 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Dalam waktu dua hari belakangan ini, warga Desa Ciaruten Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor dihebohkan dengan beredarnya video karaoke yang dilakukan di ruang Kepala Desa.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat kepala desa bersama perangkat desa seperti Ketua Rukun Tetangga (RT) sedang asyik berjoget dan berdendang lagu lagu dangdut.

Kepala Desa Ciaruten Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Supandi angkat suara mengenai video yang beredar tersebut.

Supandi menjelaskan bahwa video asyik berjoget dan berdendang lagu dangdut itu dilakukan usai kegiatan pengarahan terkait protokol kesehatan tingkat RT dilakukan.

Atas kejadian itu, Supandi meminta maaf kepada seluruh warga Desa Ciaruten Ilir dan Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

"Saya selaku Kepala Desa Ciaruten Ilir. Terkait yang kemarin, itu sebenarnya ada kegiatan pengarahan terkait Covid-19, semua RT menghadiri, kemudian seperti itu," ujarnya saat ditemui di Kantor Desa, Senin (29/3/2021).

"Itu tidak disengaja atau direncanakan membawa soundsystem, alat pengeras suara, dan karaoke. Itu dilakukan di luar jam kerja. Saya minta maaf sebesar-besarnya selaku kepala desa," tambahnya.

Lebih lanjut, Supandi menegaskan bahwa pertemuan yang dilakukan bersama perangkat desa itu dilakukan pada Jumat 26 Maret 2021, pukul 17.00 WIB.

"Saya minta maaf kepada seluruh warga Desa Ciaruten Ilir dan Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Di luar jam kerja sekitar pukul 17.00 WIB. Saya tidak tahu perangkat desa merekam itu dan saya minta maaf atas kelalaian perangkat saya. Karena memang dia baru menjabat RT," bebernya.

Usai memberikan klarifikasi, Supandi menjelaskan bahwa ke depan, pihaknya tidak akan membuat hal-hal yang dapat memicu salah persepsi orang.

"Untuk sanksi kepada perangkat yang merekam itu saya kasih teguran. Karena dia baru, saya tegur dan arahkan. Jangan sekali-kali merekam atau membuat hal-hal yang kurang baik," ungkapnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved