Breaking News:

Pemerintah Kembali Keluarkan Larangan Mudik Lebaran 2021, Pengusaha Bus AKAP Terancam Gulung Tikar

Pemerintah resmi mengeluarkan pernyataan larangan mudik Lebaran 1443 H.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Bus AKAP terparkir di Terminal Bayangan Parung, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNG - Pemerintah resmi mengeluarkan pernyataan larangan mudik Lebaran 1443 H.

Kebijakan larangan mudik ditahun 2021 ini dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus corona meski sebagian masyarakat sudah melakukan vaksinasi.

Meski bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah masih dua pekan lagi, para pengusaha bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sudah merasakan dampaknya.

Wakil Pengelola Terminal Bayangan Parung, Kabupaten Bogor, Dimong mengatakan bahwa saat ini jumlah pemesan tiket mengalami penurunan drastis.

"Dampak larangan mudik sekarang ini sudah mulai terasa. Biasanya, penumpang itu setiap hari selalu ada. Sekarang itu bus kosong saja dari malam," ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Lebih lanjut, Dimong menjelaskan bahwa saat ini penumpang AKAP yang berpegian jumlahnya terhitung.

"Tapi ya tetap ada juga sih. Paling 10 orang yang menggunakan jasa bus. Dari sekian persen kursi ya hanya 10 penumpang. Penumpang itu kebanyakan AKAP," jelasnya.

"Sebelum ada larangam mudik, penumpang normal. Setiap bus pasti ada penumpangnya, minimal itu 5 kursi kita bawa ya," tambahnya.

Wakil Pengelola Terminal Bayangan Parung, Kabupaten Bogor, Dimong saat memberikan keterangan terkait larangan mudik Lebaran 2021
Wakil Pengelola Terminal Bayangan Parung, Kabupaten Bogor, Dimong saat memberikan keterangan terkait larangan mudik Lebaran 2021 (TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne)

Dengan adanya larangan mudik, Dimong mengeaskan banyak pengusaha bus AKAP yang melelang kendaranya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved